
Warga menanam pohon pisang di ruas jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan, Pekanbaru
JawaPos.com PEKANBARU - Apa yang dilakukan warga di Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru ini cukup aneh mengelitik. Mereka menanam pohon pisang di tengah badan jalan.
Tindakan mereka itu menunjukkan rasa kesal terhadap pemerintah yang membiarkan jalan rusak hingga berlobang. Akibatnya atas kerusakan itu, lalu lintas jadi terganggu dan menimbulkan kemacetan.
Apalagi ketika hujan, jalan rusak itu digenangi air dan membahayakan terhadap keselamatan para pengendara.
Mira (33), salah seorang warga mengaku sedih melihat kondisi jalan tersebut. Setelah lama mengalami kerusakan, jalan itu tak juga diperhatikan oleh pemerintah.
"Rusaknya sudah lama. Sudah ditimbun dengan tanah. Tapi rusaknya sangat parah ditambah kondisi selalu hujan. Makanya warga memprotesnya dengan cara menanam pisang," jelas Mira dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Senin (21/11).
Dia mengaku tidak mengetahui siapa warga yang menanam dua batang pohon pisang pada dua lubang jalan tersebut. Hanya saja pada paginya pohon pisang tersebut sudah ditanam warga sekitar.
"Kemarin belum ada. Mungkin tadi malam ditanam. Ya harus gimana lagi, mungkin orang sudah geram," ungkapnya.
Dikatakannya, selama jalan rusak ini, Mira mengakui belum ada melihat pihak pemerintah melakukan perbaikan dan pemantauan ke lokasi. Bahkan kalau kondisi banjir air selalu masuk ke dalam rumah tempat tinggal mereka.
Sebagaimana diketahui, pohon pisang ditanam tepatnya pada lubang yang menganga besar di Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan.
Bahkan, setiap harinya jalan selalu macet parah hampir 24 jam. Hal itu dipicu banyaknya lubang besar menganga di badan jalan yang harus dihindari pengendara.
Jalan nasional itu mengalami rusak parah sudah cukup lama. Namun, tidak mendapat perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait.
Ironisnya, Ssaat itu tidak ada pihak kepolisian yang mengurai kemacetan. Hanya saja beberapa sopir truk bertonase turun ke jalan mengalihkan kendaraan.
Itupun sulit untuk bergerak. Karena sedikit saja masuk kelubang bisa mengakibatkan bahaya. Bahkan, beberapa hari belakangan banyak warga yang jatuh terperosok ke dalam lubang tengah jalan.
Menurut keterangan warga sekitar, bahwa jalan yang rusak ini sudah cukup lama dibiarkan. Seperti yang disampaikan "Kami harapkan secepatnya diperbaiki. Kalau tidak makin parah dan macet terus," harapnya. (man/azr/iil/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
