
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy. ANTARA/HO-Pemprov Sumbar
JawaPos.com - Pilgub Sumbar 2024 membuat Gubernur Mahyeldi Ansharullah harus "berpisah" dengan Wakil Gubernur Audy Joinaldy. Meski demikian, Mahyeldi Ansharullah mengaku hubungannya dengan Audy Joinaldy tetap harmonis alias baik-baik saja.
“Berkaitan dengan pak Audy sendiri, saya kira hubungan kami sangat baik. Kemudian lebih kurang empat tahun, kita bekerja sama. Itu juga terbangun sangat baik,” kata Mahyeldi sebagaimana dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group) pada Kamis (18/7).
Rumor hubungan Mahyeldi dengan Audy ini terkait dengan sikap partai menghadapi Pilgub Sumbar 2024. PKS dan Gerindra memutuskan untuk mengusung pasangan Mahyeldi-Vasko Ruseimy. Mahyeldi selain calon petahana juga ketua DPW PKS Sumbar. Sedangkan Vasko Ruseimy merupakan politikus DPP Partai Gerindra.
Kini Mahyeldi hubungannya dengan Audy tidak sebatas antarpribadi. Bahkan keluarga juga akrab. “Terbangun sangat baik, sampai keluarga, istri kami, kemudian juga anak-anak, dan semuanya, hubungannya sudah begitu dekat, akrab. Kemudian, tidak hanya menyatu dari sisi pikiran, ide-ide, tapi juga sisi Chemistry-nya,” jelas Mahyeldi.
Menurut dia, Audy adalah tokoh muda Minang yang telah memberikan banyak kontribusi dan berkiprah di rantau pada banyak provinsi di Indonesia. Dari segi kompetensi, pendidikan, pengalaman wirausaha, dan internasinal, Audy sangat tidak diragukan.
Mantan wali Kota Padang itu berharap Audy tetap berkontribusi bagi pembangunan dan perkembangan Sumbar.
Di tempat lain, Sekretaris DPW PKS Sumatera Barat (Sumbar) Rahmat Saleh membantah isu yang menyatakan Mahyeldi meninggalkan Audy Joinaldy.
Isu ini beredar usai DPP PKS dan Gerindra mengeluarkan Surat Keputusan (SK) rekomendasi kepada pasangan Mahyeldi dan Vasco Ruseimy untuk Pilgub Sumbar 2024. “Terkait dengan isu yang mengatakan bahwa pak Audy itu ditinggalkan (Mahyeldi), itu tidak benar,” kata Rahmat.
Rahmat menuturkan, selama ini Mahyeldi sangat menjaga keharmonisan dengan Audy. Baik di dalam maupun di luar pemerintahan. “Buya sangat menjaga keharmonisan di pemerintahan. Bahkan di luar pemerintahan dengan pak Wagub,” jelas Rahmat.
Namun dalam kontelasi Pilkada, ada pertimbangan politik yang harus menjadi catatan bagi semua pihak. Fenomena politik, seseorang harus memiliki sejumlah modal, salah satu modal utamanya adalah partai pendukung.
“Melihat fenomena politik yang ada, minimal seseorang yang mau dicalonkan itu minimal punya beberapa modal. Modal utamanya adalah punya moda partai pendukung, karena yang diaplikasi harus cukup untuk mengusung pasangan calon,” sebut Rahmat.
Baca Juga: KPU Gelar PSU untuk Calon DPD Dapil Sumbar, Bagaimana Nasib 4 Senator Terpilih Sebelumnya?
Pihaknya sendiri mengaku sudah memberikan kesempatan kepada sejumlah Bakal Cawagub pendamping Mahyeldi, untuk mendapatkan partai pendukung guna memenuhi syarat kursi parpol untuk mengusung pasangan calon.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
