JawaPos.com - Polda Sumatera Barat untuk sementara remaja Afif Maulana, 14, yang tewas di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang tewas akibat meloncat dari jembatan ke sungai. Penyelidikan yang dilakukan oleh Polresta Padang dan Polda Sumatera Barat belum menemukan adanya indikasi penyiksaan oleh aparat kepada Afif.
"Sampai saat ini hasil penyelidikan masih menyimpulkan bahwa korban meninggal bukan karena disiksa, tapi karena meloncat dari atas jembatan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Dwi Sulistyawan kepada wartawan, Kamis (27/6).
Dwi menyampaikan, sampai saat ini Bid Propam Polda Sumatera Barat tetap melakukan pendalaman terkait dugaan kekerasan oleh aparat. Pemeriksaan kepada anggota yang bertugas pun masih dilakukan.
"Sampai saat ini sudahh 39 anggota dari Polda dan Polresta Padang," jelasnya.
Sebelumnya, warga yang berada di kawasan Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad remaja laki-laki, yang diperkirakan berusia 14 tahun, dalam kondisi mengambang di aliran sungai bawah jembatan Jalan Bypass Kilomenter 9, Minggu (9/6). Korban pun teridentifikasi sebagai Afif Maulana.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono pada jumpa pers di Mapolresta Padang, Minggu (23/6) mengatakan, sudah ada 40 orang saksi diperiksa dan dimintai keterangannya. Dari 40 orang itu, terdapat 30 orang personel Sabhara Polda Sumbar.
“30 orang personel itu saat kejadian sedang mengamankan 18 orang pelajar yang diduga melakukan aksi tawuran di kawasan Kecamatan Kuranji tersebut,” katanya.
“Saya bertanggung jawab penuh akan kasus penemuan jasad Afif Maulana. Sampai saat sekarang kita masih mendalami kasus ini. Di hari yang sama itu, kita mengamankan 18 orang remaja yang diduga pelaku tawuran. Tidak ada yang namanya Afif Maulana,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, saat pengamanan 18 orang itu, memang ada diamankan satu sepeda motor milik Afif Maulana, tapi yang mengendarai sepeda motor itu adalah temannya. Saat kejadian, ada salah satu personel mendengar bahwa temannya itu diajak Afif Maulana untuk terjun dari jembatan.
“Ketika kita amankan ada puluhan senjata tajam milik para pelaku tawuran. Semuanya kita bawa. 18 orang remaja yang kita amankan, 17 diantaranya diserahkan ke pihak orangtua, satu orang masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.