
Jamkrindo edukasi Usia Sekolah Jangan Dulu Nikah di SMPN 2 dan SDN 2 Karangsong, Indramayu, cegah pernikahan dini.
JawaPos.com–PT Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo menginisiasi kegiatan edukasi pelajar di Indramayu. Tujuannya untuk mengurangi dan mencegah pernikahan dini.
Melalui kegiatan bertajuk Jangan Dulu Menikah, Jamkrindo ingin berkontribusi mendorong kualitas kehidupan pelajar. Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Aribowo mengatakan, kehidupan anak yang berkualitas menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan negara. Demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, salah satu yang bisa dilakukan ialah upaya pencegahan pernikahan anak guna memastikan aksesibilitas anak terhadap pendidikan.
”Jamkrindo, melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berkomitmen senantiasa mendukung peningkatan pendidikan berkualitas,” papar Aribowo.
Sebagai wujud terhadap hal tersebut, lanjut dia, Jamkrindo bekerja sama dengan PAUD Inspirasi Indonesia dan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) melakukan edukasi Usia Sekolah Jangan Dulu Nikah di SMPN 2 dan SDN 2 Karangsong, Indramayu, Jawa barat. Rangkaian kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak Kamis (20/6) hingga Sabtu (22/6).
Aribowo mengatakan, pernikahan anak sejatinya merupakan persoalan multidimensi. Kemiskinan, norma sosial, motif ekonomi, kondisi geografi, kurangnya akses terhadap pendidikan, ketidaksetaraan gender, dan ketiadaan akses terhadap layanan dan informasi kesehatan reproduksi dapat menjadi latar belakang terjadinya pernikahan usia anak.
Menurut Aribowo, diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk mengkampanyekan dan mengedukasi kesadaran bahaya pernikahan dini. Jamkrindo berharap dengan edukasi tersebut dapat membantu menurunkan jumlah pernikahan usia anak.
”Edukasi tentang penundaan pernikahan anak membawa banyak manfaat yang signifikan, mulai dari peningkatan kesehatan dan kesejahteraan individu, pemberdayaan perempuan, hingga pengurangan kemiskinan dan peningkatan stabilitas sosial,” ujar Aribowo.
Dengan mendukung dan mendorong penundaan pernikahan hingga usia dewasa, menurut dia, diharapkan anak-anak memiliki kesempatan untuk mencapai potensi penuh mereka. Berkontribusi positif terhadap pembangunan sosial dan ekonomi.
Selain melakukan edukasi Usia Sekolah Jangan Dulu Nikah, Jamkrindo juga melakukan seminar edukasi parenting untuk para orang tua wali siswa bertajuk Best Parenting Program: Edukasi Membangun Kesehatan Mental dalam Keluarga. Program tersebut dilakukan dengan maksud memberikan pemahaman pola asuh bagi anak-anak.
Tidak hanya itu, dia menambahkan, untuk mencegah kasus perundungan dan kekerasan seksual kepada pelajar, Jamkrindo juga memberikan edukasi anti perundungan dan kekerasan seksual kepada para pelajar. ”Kegiatan edukasi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Jamkrindo terhadap sektor pendidikan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) khususnya pada pilar pendidikan bermutu, kesetaraan gender, dan mengurangi ketimpangan,” terang Aribowo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
