Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Mei 2024 | 19.02 WIB

Jalan Sirip Akses JLS Tulungagung Makin Rusak, Desa Rejosari Desak Pemkab Tulungagung Untuk Perbaikan Jalan

Desa Rejosari Desak Pemkab Tulungagung Untuk Perbaikan Jalan (Radar Tulungagung) - Image

Desa Rejosari Desak Pemkab Tulungagung Untuk Perbaikan Jalan (Radar Tulungagung)

JawaPos.com- Pembangunan jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung telah usai dibangun, para wisatawan pun tampak ramai berkunjung di beberapa lokasi wisata. 

Namun sayangnya, beberapa akses yang kurang maksimal akhirnya dihindari dan para pengunjung dipastikan lebih memilih wisata yang akses jalannya lebih mudah.

Oleh karenanya, kehadiran JLS Tulungagung harus didukung dengan adanya kontribusi pemerintah setempat, khususnya dalam hal infrastruktur dan pendukung lainnya atau bahkan peningkatan sumber daya manusia yang mengelola tempat wisata.

Hal itu bertujuan agar potensi pariwisata di sisi selatan Tulungagung dapat berkembang dengan pesat. 

Meski JLS Tulungagung sudah dapat dikunjungi oleh wisatawan, namun beberapa jalan sirip akses JLS Tulungagung masih rusak.

Salah satunya Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir. Hal ini membuat wisatawan enggan untuk melintasinya.

Berangkat dari fenomena tersebut, warga Desa pun mendesak Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk memperbaiki jalan tersebut.

Manurut informasi yang didapat oleh JawaPos.com, Minggu (26/5), dari Radar Tulungagung (Grup Jawa Pos), warga Desa Rejosari meyakini, jika pembangunan jalur sirip akses JLS Tulungagung dibangun bisa berdampak luar biasa bagi perekonomian warga.

Sayangnya hal itu kurang didengar oleh pemkab Tulungagung. Buktinya Karang Taruna Desa Rejosari berjalan sendiri dalam hal peningkatan SDM warga. 

“Selama ini desa tempatnya berdomisili sering dipandang sebelah mata. Alhasil, Karang Taruna pun memiliki program dalam hal meningkatkan SDM warga yang terhitung rendah,” Kata Wakil Ketua Karang Taruna Desa Rejosari, Sugiyono.

Maka dari itu pihaknya beserta anggota karang taruna lainnya berupaya untuk mendorong program pemerintah dalam hal kemajuan desa.

Sugiyono pun tidak menampik, jika mendengar nama Rejosari, orang-orang akan berpikiran bahwa desa tersebut merupakan daerah di pegunungan yang akses jalannya sulit dan menakutkan.

Bahkan, ada kisah unik namun membuat nelangsa yang berhubungan dengan letak geografis desa. Dulu pernah ada sepasang muda-mudi yang harus mengakhiri kisah asmaranya lantaran mengetahui pasangannya itu berasal dari Rejosari.

"Tentu kami ingin mengubah pandangan itu. Caranya, kami mendorong adanya perbaikan jalan menuju desa kami ini," tandasnya.

Pria ramah itu pun optimis akses jalan yang prima bisa memberi pengaruh luar biasa bagi perekonomian warga. Bahkan dia, yakin 70 persen perekonomian bisa terangkat meskipun tanpa program pemberdayaan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore