
Pantauan drone BPBD Tanah Datar atas banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar. Sungai itu berhulu di Gunung Marapi dengan nama Sungai Malana atau Lona
JawaPos.com - Perjalanan masyarakat Kota Padang keluar kota terganggu akibat bencana alam longsor dan banjir bandang yang terjadi di sejumlah daerah. Pasalnya bencana itu mengakibat sejumlah objek vital jadi rusak parah. Akses mobilitas pun terputus karena jalan nasional tertutup.
Selama ini ada beberapa akses jalan ke luar kota dari Kota Padang. Yaitu lewat Sitinjau Lauik untuk arah timur atau ke Pulau Jawa. Arah Sitinjau Lauik ini menghubungkan Kota Padang dengan beberapa kabupaten/kota. Mulai dari Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, Dharmasraya, dan Tanah Datar.
Longsor yang terjadi di Sitinjau Lauik pada Minggu sore (12/5) pukul 16.15 WIB, membuat akses jalan ke arah kota tersebut terputus.
Akses lainnya ke arah utara. Yaitu, jalan Padang-Bukittinggi. Amblasnya jalan dekat air terjun Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, membuat akses Padang-Bukittinggi terputus. Jalan ini menghubungkan Kota Padang ke Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman.
Kini akses ke sejumlah keluar kota dari Kota Padang hanya melewati Pariaman. Jalan ini bisa untuk ke Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dan sekitarnya. Jalan itu melewati jalur unik yaitu Kelok 44 dekat Danau Maninjau, Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan update data terbaru dari banjir bandang lahar dingin melanda wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5) malam.
Empat kabupaten terdampak banjir bandang lahar dingin. Daerah itu merupakan Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman. Sementara korban jiwa mencapai 37 orang meninggal.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, 35 jenazah berhasil diidentifikasi dengan rincian di Kabupaten Agam 19 orang, Kabupaten Tanah Datar (9), Kabupaten Padang Panjang (2), Kabupaten Padang Pariaman (7). "Dua jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi," ungkap Abdul Muhari dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Senin (13/5).
Abdul Muhari menambahkan, upaya pencarian dan pertolongan untuk sementara dihentikan, karena kondisi malam hari kurang penerangan dan getaran hujan di wilayah hulu. "Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat peningkatan getaran hujan di Stasiun Batu Palano sejak Minggu (12/5) pukul 20.35 WIB.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
