
LANGGANAN BANJIR: Ketinggian genangan air di Jalan Poncowolo, Pakunden, Ponorogo, sekitar 30 sentimeter hingga 1 meter.
JawaPos.com- Lingkungan Krandegan di Kelurahan Pakunden, Ponorogo, digenangi air banjir. Puluhan rumah terendam di dua jalan lingkungan tersebut, yakni di Jalan Anjani dan Jalan Poncowolo. Ketinggian air paling parah mencapai 1 meter. Aktivitas warga sempat terganggu.
BPBD Ponorogo membantu mengoperasionalkan perahu karet. Genangan baru surut sekitar pukul 10.00. ”Sudah biasa lingkungan sini (Krandegan, Red) banjir. Tidak hujan pun bisa banjir karena air kiriman,’’ ungkap Bambang, warga RW 3, Krandegan, Pakunden.
Rumah Bambang termasuk yang tergenang. Ketinggian air di rumahnya mencapai 30 sentimeter. Dia menjelaskan, air bah mulai datang Kamis (17/11) sekitar pukul 20.00. Saat itu wilayah Krandegan gerimis.
Namun, tiba-tiba air datang dan memasuki rumah-rumah warga. Saat itu ketinggian air hanya sekitar 15 sentimeter. Air berangsur surut kemarin sekitar pukul 01.00. ”Ternyata surut hanya sebentar,’’ ujarnya.
Dua jam kemudian, sekitar pukul 03.00, air bah kembali datang. Kali ini air mengalir lebih deras dan ketinggiannya mencapai 30 sentimeter. Untung, barang-barang berharga di dalam rumah Bambang sudah diamankan. Dia menyebutkan ada posisi rumah warga yang lebih rendah sehingga genangan air mencapai 1 meter.
”Karena sudah biasa, kami juga terbiasa antisipasi. Sebab, banjir ini selalu terjadi karena musiman,’’ terangnya.
Karena sudah menjadi masalah akut di lingkungan, Bambang berharap pemkab memberikan solusi agar banjir tidak selalu terulang. Menurut dia, banjir yang melanda lingkungannya adalah kiriman daerah perbukitan.
Kondisi itu dibenarkan tim SAR Gurila BPBR Ponorogo Dedi Kusuma. Di wilayah Krandegan, sedikitnya 20 rumah warga selalu terancam banjir. Menurut Dedi, genangan air muncul akibat luberan sungai Keang. Sungai itu merupakan pertemuan dua aliran, yakni kali Beton dan Gendol. Dua sungai tersebut membawa aliran dari perbuktian Sooko dan Sawoo.
”Meski di daerah Krandegan tidak hujan, di sini tetap banjir jika Sooko dan Sawoo diguyur hujan lebat,’’ tuturnya.
Dedi menjelaskan, BPBD sudah berupaya menormalisasikan sungai tersebut. Namun, langkah itu tetap belum menyelesaikan masalah karena debit air terlalu tinggi. Terutama saat hujan lebat.
Kemarin tim relawan berfokus mengevakuasi warga. Mereka membantu agar aktivitas warga tidak terganggu. Salah satunya menyiagakan perahu karet.
”Kami berfokus pada evakuasi. Sebab, kami sulit mengatasi persoalan banjir musiman ini,’’ jelasnya. (mg4/irw/c21/diq)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
