Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 November 2016 | 14.30 WIB

Puluhan Rumah di Ponorogo Terendam Banjir

LANGGANAN BANJIR: Ketinggian genangan air di Jalan Poncowolo, Pakunden, Ponorogo, sekitar 30 sentimeter hingga 1 meter. - Image

LANGGANAN BANJIR: Ketinggian genangan air di Jalan Poncowolo, Pakunden, Ponorogo, sekitar 30 sentimeter hingga 1 meter.

JawaPos.com- Lingkungan Krandegan di Kelurahan Pakunden, Ponorogo, digenangi air banjir. Puluhan rumah terendam di dua jalan lingkungan tersebut, yakni di Jalan Anjani dan Jalan Poncowolo. Ketinggian air paling parah mencapai 1 meter. Aktivitas warga sempat terganggu.



BPBD Ponorogo membantu mengoperasionalkan perahu karet. Genangan baru surut sekitar pukul 10.00. ”Sudah biasa lingkungan sini (Krandegan, Red) banjir. Tidak hujan pun bisa banjir karena air kiriman,’’ ungkap Bambang, warga RW 3, Krandegan, Pakunden.



Rumah Bambang termasuk yang tergenang. Ketinggian air di rumahnya mencapai 30 sentimeter. Dia menjelaskan, air bah mulai datang Kamis (17/11) sekitar pukul 20.00. Saat itu wilayah Krandegan gerimis.



Namun, tiba-tiba air datang dan memasuki rumah-rumah warga. Saat itu ketinggian air hanya sekitar 15 sentimeter. Air berangsur surut kemarin sekitar pukul 01.00. ”Ternyata surut hanya sebentar,’’ ujarnya.



Dua jam kemudian, sekitar pukul 03.00, air bah kembali datang. Kali ini air mengalir lebih deras dan ketinggiannya mencapai 30 sentimeter. Untung, barang-barang berharga di dalam rumah Bambang sudah diamankan. Dia menyebutkan ada posisi rumah warga yang lebih rendah sehingga genangan air mencapai 1 meter.



”Karena sudah biasa, kami juga terbiasa antisipasi. Sebab, banjir ini selalu terjadi karena musiman,’’ terangnya.



Karena sudah menjadi masalah akut di lingkungan, Bambang berharap pemkab memberikan solusi agar banjir tidak selalu terulang. Menurut dia, banjir yang melanda lingkungannya adalah kiriman daerah perbukitan.



Kondisi itu dibenarkan tim SAR Gurila BPBR Ponorogo Dedi Kusuma. Di wilayah Krandegan, sedikitnya 20 rumah warga selalu terancam banjir. Menurut Dedi, genangan air muncul akibat luberan sungai Keang. Sungai itu merupakan pertemuan dua aliran, yakni kali Beton dan Gendol. Dua sungai tersebut membawa aliran dari perbuktian Sooko dan Sawoo.



”Meski di daerah Krandegan tidak hujan, di sini tetap banjir jika Sooko dan Sawoo diguyur hujan lebat,’’ tuturnya.



Dedi menjelaskan, BPBD sudah berupaya menormalisasikan sungai tersebut. Namun, langkah itu tetap belum menyelesaikan masalah karena debit air terlalu tinggi. Terutama saat hujan lebat.



Kemarin tim relawan berfokus mengevakuasi warga. Mereka membantu agar aktivitas warga tidak terganggu. Salah satunya menyiagakan perahu karet.



”Kami berfokus pada evakuasi. Sebab, kami sulit mengatasi persoalan banjir musiman ini,’’ jelasnya. (mg4/irw/c21/diq)

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore