
tanah terdampak tol Kediri-Tulungagung ((FOTO: WAHYU ADJI/JPRK)
JawaPos.com – Setelah Bandara Internasional Dhoho Kediri melayani penerbangan komersial, berbagai aspek pendukung terus disempurnakan untuk memanjakan para penumpang.
Salah satunya terkait pengerjaan proyek Tol Kediri-Tulungagung yang nantinya akan menjadi akses menuju bandara.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), Minggu (28/4), Tim Pengadaan Tanah (TPT) Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) mengungkapkan bahwa pembebasan lahan untuk tol baru tuntas sekitar 50 persen saja.
Kendati demikian, tim pengadaan tanah (TPT) terus mencicil untuk menggarap pengadaan tanah lanjutan sesuai lokasi lokasi (penlok) II.
Percepatan tersebut dilakukan agar pembangunan fisik yang rencana dimulai Mei atau Juni nanti tidak akan meleset.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti mengatakan, baru beberapa wilayah di Kabupaten Kediri saja yang sudah mulai dilakukan tahap pengukuran. Yakni di Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan.
Sementara itu, untuk lahan di Kota Kediri, rencana pengukuran baru akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Insyaallah minggu depan. Tapi kami masih menunggu konfirmasi dari tim ukur kantah kota (Kantor Pertanahan Kota, Red),” ujar Nanda, sapaan akrabnya.
Nanda menyebut, wilayah di Kabupaten Kediri sudah lebih dulu diukur. Selain itu, pada akhir April ini Desa Tiron dan Desa Manyaran sudah mencapai tahap pendataan aset yang melekat di atas tanah.
“Belum ada kemajuan lagi. Masih inven iden (inventarisasi dan identifikasi, Red) Satgas B,” lanjutnya terkait kemajuan pendataan awal penlok II di Kabupaten Kediri.
Meski kemajuannya tidak segera terjadi di Kabupaten Kediri, nanda menyebut dalam waktu dekat penghentian akan mulai memproses identifikasi tanah di ruas Kota Kediri.
Menurutnya, Kelurahan Mojoroto dan Semampir akan menjadi wilayah yang lebih dulu diukur.
“Kami masih berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri terkait jadwal turun tim ukur. Jika jadwalnya sudah pasti, kami akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk meneruskan informasi kepada warga,” terangnya.
Nanda juga menegaskan, pengadaan tanah penlok tahap II juga akan dipercepat. Hal itu berdasarkan pertimbangan dari beberapa wilayah yang terdampak akses Bandara Dhoho.
“Prioritas kami masih di empat kelurahan yang masuk akses bandara. Di Kelurahan Semampir, Mojoroto, Bujel, dan Gayam,” katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
