
Salah satu petani di Dusun Mejeruk, Desa Bulurejo, Tuban sedang berupaya menyelamatkan tanaman padinya dari genangan banjir Sungai Bengawan Solo./Andreyan/Radar Tuban
JawaPos.com – Harapan petani di wilayah Tuban untuk mendapatkan klaim asuransi gagal panen sebagai akibat dari meluapnya Sungai Bengawan Solo sepertinya telah pupus.
Hal itu lantaran klaim asuransi yang diajukan oleh para petani tidak bisa diproses.
Eko Julianto selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Tuban menjelaskan alasan mengapa klaim asuransi para petani itu tidak bisa diproses.
Menurutnya, banyak petani yang sudah pernah mengajukan klaim asuransi itu sebanyak tiga kali. Sehingga klaim asuransi itu tidak dapat diproses oleh PT Asuransi Jasindo.
“Rata-rata petani sudah pernah mengajukan klaim asuransi itu hingga tiga kali. Sehingga PT Asuransi Jasindo tidak bisa memproses klaim yang diajukan tersebut,” ujar Eko seperti dilansir dari Radar Tuban (JawaPos Group).
Dengan demikian, petani sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa mendapatkan ganti rugi gagal panen akibat luapan banjir Sungai Bengawan Solo itu. Termasuk juga petani melon dan blewah yang diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Kepala DKPPP Tuban itu juga menjelaskan aturan dari Jasindo, jika lahan pertanian mengalami kerusakan karena banjir luapan Sungai Bengawan Solo selama tiga kali dan tidak ada perbaikan tanggul, maka pihak Jasindo tidak bisa menanggungnya.
“Sedangkan terkait perbaikan bantaran Sungai Bengawan Solo itu bukan kewenangan dari kami, tetapi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” imbuh Eko.
Maka dengan begitu, para petani kali ini harus menanggung sendiri kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta itu. Karena mereka sudah tidak mempunyai harapan untuk mendapat klaim asuransi.
Menurut Eko, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo menggenangi lahan pertanian di empat kecamatan di Tuban yakni Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang.
Luapan air dari sungai terpanjang di Jawa itu menggenangi sekitar 1.660 hektare lahan pertanian dengan rata-rata tanaman padi, melon, dan blewah.
Dari 1.660 hektare lahan yang tergenang itu, kebanyakan mengalami gagal panen. Tetapi ada juga sebagian lahan yang sudah sempat panen dini.
Sehingga tidak banyak mengalami kerugian dari meluapnya air Sungai Bengawan Solo di Tuban itu.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
