Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Maret 2024 | 15.04 WIB

Tak Hanya Layani Penerbangan Komersial, Bandara Internasional Banyuwangi juga Menjadi Pusat Pelatihan Calon Pilot

GARASI: Hanggar untuk pesawat latih Bali International Flight Academy di kawasan Bandara Internasional Banyuwangi. - Image

GARASI: Hanggar untuk pesawat latih Bali International Flight Academy di kawasan Bandara Internasional Banyuwangi.

JawaPos.com – Tak hanya melayani penerbangan komersial, Bandara Internasional Banyuwangi diketahui menjadi pusat pelatihan para calon pilot dari berbagai lembaga. Salah satunya dimanfaatkan oleh lembaga Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (BP3B) yang didirikan langsung oleh Kementerian Perhubungan RI.

Dilansir Radar Banyuwangi (Jawa Pos Group), Sabtu (2/3), lembaga ini didirikan dengan tujuan untuk keperluan pendidikan penerbangan. Untuk diketahui, sebelumnya lembaga ini bernama Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi (LP3B) di kawasan Bandara Internasional Banyuwangi.

Namun, sejak 23 Desember 2013, LP3B resmi berubah nama menjadi BP3B. Kendati demikian, masyarakat Banyuwangi lebih sering menyebutnya sebagai ‘Sekolah Pilot’.

Seiring berjalannya waktu, kampus ini pun terus berkembang. Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran penerbangan pun terus dilengkapi. Tenaga instruktur dan sumber daya manusianya juga semakin lengkap dan mumpuni. Hingga akhirnya membuat lembaga tersebut berhasil naik status menjadi Akademi Pilot Indonesia (API).

Selain lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenhub RI, ada juga pihak swasta yang turut memanfaatkan kawasan Bandara Banyuwangi sebagai tempat praktik calon pilot. Lembaga swasta tersebut di antaranya ada Bali International Flight Academy (BIFA). Kemudian, ada juga Mandiri Utama Flight Academy (MUFA).

Dengan kondisi ini, tak heran jika banyak sekali pesawat latih ringan yang berseliweran di langit Bumi Blambangan tersebut hingga sekarang. Jika ditinjau dari sejarahnya, fasilitas landasan pacu Bandara Internasional Banyuwangi pun terus ditingkatkan secara bertahap.

Awalnya, saat masih bernama Bandara Blimbingsari, landasan pacu yang digunakan masih sepanjang 900 meter dengan lebar 23 meter. Lalu, untuk kepentingan komersial pada 2008, landasan pacu diperpanjang hingga mencapai 1.400 meter dengan lebar 30 meter.

Selanjutnya, dua tahun setelah bandara beroperasi, landasan pacu kembali diperpanjang menjadi 1.800 meter dengan ketebalan 27 PCN. Tak hanyaitu, pada 2015 landasan kembali diperpanjang menjadi 2.250 meter dengan ketebalan 40 PCN.

Perpanjangan landasan pacu ini ditujukan untuk pengembangan menuju bandara internasional, dan untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar. Selain itu, untuk kenyamanan penumpang, pemerintah mulai 2015 membangun terminal baru yang lebih besar hingga pembuatannya bersumber dari APBD dan APBN.

Diketahui, pembangunan terminal baru ini menelan dana APBD Provinsi Jawa Timur senilai Rp 22,5 miliar dan APBD Kabupaten Banyuwangi senilai Rp 10,5 miliar. Anggaran tersebut juga dipergunakan untuk pembangunan fasilitas bandara lainnya. Mulai dari bangunan terminal, taxiway, apron, aksesori, elektrikal, musala, dan area parkir.

Yang lebih membuatnya ikonik, terminal Bandara Internasional Banyuwangi ini mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan penghawaan udara yang alami tanpa AC.

Terdapat juga penanaman tanaman rumput di atap terminal. Lalu, ada pula konservasi air dengan memanfaatkan limbah air wudu untuk mengisi kolam ikan. Kolam-kolam ikan tersebut membuat sirkulasi udara dan uap air dapat mereduksi panas dalam ruangan. Sehingga, bangunan terminal bandara ini akan terasa sejuk secara alami.

Tak ketinggalan ada sunroof juga yang tembus pandang dari atap. Hal itu mampu menjadi pencahayaan alami di siang hari dan dapat mengurangi penggunaan energi listrik untuk lampu.

Dari segi arsitekturnya, terminal Bandara Internasional Banyuwangi ini mengadopsi bentuk ikat kepala khas Suku Osing yakni Udeng. Terminal mewah ini didesain oleh Andra Matin dan diresmikan pada tahun 2017. Lalu, pada November 2022, bangunan terminal bandara ini sukses menjadi juara dunia bidang arsitektur di ajang Aga Khan Awards for Architecture untuk kategori bandara.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore