
GARASI: Hanggar untuk pesawat latih Bali International Flight Academy di kawasan Bandara Internasional Banyuwangi.
JawaPos.com – Tak hanya melayani penerbangan komersial, Bandara Internasional Banyuwangi diketahui menjadi pusat pelatihan para calon pilot dari berbagai lembaga. Salah satunya dimanfaatkan oleh lembaga Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (BP3B) yang didirikan langsung oleh Kementerian Perhubungan RI.
Dilansir Radar Banyuwangi (Jawa Pos Group), Sabtu (2/3), lembaga ini didirikan dengan tujuan untuk keperluan pendidikan penerbangan. Untuk diketahui, sebelumnya lembaga ini bernama Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi (LP3B) di kawasan Bandara Internasional Banyuwangi.
Namun, sejak 23 Desember 2013, LP3B resmi berubah nama menjadi BP3B. Kendati demikian, masyarakat Banyuwangi lebih sering menyebutnya sebagai ‘Sekolah Pilot’.
Seiring berjalannya waktu, kampus ini pun terus berkembang. Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran penerbangan pun terus dilengkapi. Tenaga instruktur dan sumber daya manusianya juga semakin lengkap dan mumpuni. Hingga akhirnya membuat lembaga tersebut berhasil naik status menjadi Akademi Pilot Indonesia (API).
Selain lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenhub RI, ada juga pihak swasta yang turut memanfaatkan kawasan Bandara Banyuwangi sebagai tempat praktik calon pilot. Lembaga swasta tersebut di antaranya ada Bali International Flight Academy (BIFA). Kemudian, ada juga Mandiri Utama Flight Academy (MUFA).
Dengan kondisi ini, tak heran jika banyak sekali pesawat latih ringan yang berseliweran di langit Bumi Blambangan tersebut hingga sekarang. Jika ditinjau dari sejarahnya, fasilitas landasan pacu Bandara Internasional Banyuwangi pun terus ditingkatkan secara bertahap.
Awalnya, saat masih bernama Bandara Blimbingsari, landasan pacu yang digunakan masih sepanjang 900 meter dengan lebar 23 meter. Lalu, untuk kepentingan komersial pada 2008, landasan pacu diperpanjang hingga mencapai 1.400 meter dengan lebar 30 meter.
Selanjutnya, dua tahun setelah bandara beroperasi, landasan pacu kembali diperpanjang menjadi 1.800 meter dengan ketebalan 27 PCN. Tak hanyaitu, pada 2015 landasan kembali diperpanjang menjadi 2.250 meter dengan ketebalan 40 PCN.
Perpanjangan landasan pacu ini ditujukan untuk pengembangan menuju bandara internasional, dan untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar. Selain itu, untuk kenyamanan penumpang, pemerintah mulai 2015 membangun terminal baru yang lebih besar hingga pembuatannya bersumber dari APBD dan APBN.
Diketahui, pembangunan terminal baru ini menelan dana APBD Provinsi Jawa Timur senilai Rp 22,5 miliar dan APBD Kabupaten Banyuwangi senilai Rp 10,5 miliar. Anggaran tersebut juga dipergunakan untuk pembangunan fasilitas bandara lainnya. Mulai dari bangunan terminal, taxiway, apron, aksesori, elektrikal, musala, dan area parkir.
Yang lebih membuatnya ikonik, terminal Bandara Internasional Banyuwangi ini mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan penghawaan udara yang alami tanpa AC.
Terdapat juga penanaman tanaman rumput di atap terminal. Lalu, ada pula konservasi air dengan memanfaatkan limbah air wudu untuk mengisi kolam ikan. Kolam-kolam ikan tersebut membuat sirkulasi udara dan uap air dapat mereduksi panas dalam ruangan. Sehingga, bangunan terminal bandara ini akan terasa sejuk secara alami.
Tak ketinggalan ada sunroof juga yang tembus pandang dari atap. Hal itu mampu menjadi pencahayaan alami di siang hari dan dapat mengurangi penggunaan energi listrik untuk lampu.
Dari segi arsitekturnya, terminal Bandara Internasional Banyuwangi ini mengadopsi bentuk ikat kepala khas Suku Osing yakni Udeng. Terminal mewah ini didesain oleh Andra Matin dan diresmikan pada tahun 2017. Lalu, pada November 2022, bangunan terminal bandara ini sukses menjadi juara dunia bidang arsitektur di ajang Aga Khan Awards for Architecture untuk kategori bandara.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
