Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2024 | 14.41 WIB

Kenaikan Harga Beras Dipengaruhi Daya Beli Masyarakat, Begini Upaya Pemkot Kediri untuk Stabilkan Harga di Pasaran

Warga antre beras saat operasi pasar beras di Kediri, Jawa Timur. ANTARA/ HO-Pemkot Kediri - Image

Warga antre beras saat operasi pasar beras di Kediri, Jawa Timur. ANTARA/ HO-Pemkot Kediri

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Tetuko Erwin Sukarno mengungkapkan bahwa adanya kenaikan harga beras di pasaran yang terjadi sejak awal bulan Februari 2024 ini turut mempengaruhi daya beli masyarakat yang menurun.

“Beras ini adalah kebutuhan pokok. Jika harganya tinggi, daya beli masyarakat akan tergerus,” ujar Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri, pada hari Selasa (27/2) seperti dilansir dari Antara.

Menurut Tetuko Erwin Sukarno, saat ini Pemkot Kediri sedang berupaya untuk menstabilkan harga bahan pokok terutama beras di pasaran dengan berbagai program.

Salah satu program dari Pemkot adalah dengan mengadakan operasi pasar secara masif.

“Kami sedang upayakan operasi pasar secara masif. Kami evaluasi lagi seperti apa dampaknya terhadap harga beras. Setelah itu, akan ditentukan langkah selanjutnya,” kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga beras bisa saja mempengaruhi laju inflasi di Kota Kediri.

Maka dari itu, ia berharap operasi pasar bisa mengendalikan laju inflasi.

Sementara ketika disinggung terkait penyebab naiknya harga beras, ia mengatakan bahwa hal tersebut dipicu tanam padi yang dilakukan oleh petani mundur.

Para petani memastikan air untuk tanam padi cukup sehingga tanaman padi bisa tumbuh dengan baik.

“Sudah terlalu jauh dari panen raya. Kami telah berdialog dengan petani, mereka menunda tanam padi karena khawatir air belum ada dan hujan terlambat,” Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri.

“Biasanya bulan November atau Desember sudah hujan. Sebagian besar sudah mulai tanam jadi di bulan Maret panen. Semoga saat Lebaran nanti sudah panen raya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Wakil Pimpinan Perum Bulog Kediri, Estu Rahmaningtyas menyebut bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini ada 18 ribu ton.

Menurutnya, jumlah tersebut masih mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri 2024 mendatang.

“Stok ada 18 ribu ton, cukup sampai Lebaran. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik untuk beli banyak beras karena stok di gudang tersedia,” ungkap Estu.

Pihak Bulog Kediri juga telah memperkirakan untuk panen di bulan April 2024 mendatang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore