
Warga antre beras saat operasi pasar beras di Kediri, Jawa Timur. ANTARA/ HO-Pemkot Kediri
JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Tetuko Erwin Sukarno mengungkapkan bahwa adanya kenaikan harga beras di pasaran yang terjadi sejak awal bulan Februari 2024 ini turut mempengaruhi daya beli masyarakat yang menurun.
“Beras ini adalah kebutuhan pokok. Jika harganya tinggi, daya beli masyarakat akan tergerus,” ujar Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri, pada hari Selasa (27/2) seperti dilansir dari Antara.
Menurut Tetuko Erwin Sukarno, saat ini Pemkot Kediri sedang berupaya untuk menstabilkan harga bahan pokok terutama beras di pasaran dengan berbagai program.
Salah satu program dari Pemkot adalah dengan mengadakan operasi pasar secara masif.
“Kami sedang upayakan operasi pasar secara masif. Kami evaluasi lagi seperti apa dampaknya terhadap harga beras. Setelah itu, akan ditentukan langkah selanjutnya,” kata dia.
Menurutnya, kenaikan harga beras bisa saja mempengaruhi laju inflasi di Kota Kediri.
Maka dari itu, ia berharap operasi pasar bisa mengendalikan laju inflasi.
Sementara ketika disinggung terkait penyebab naiknya harga beras, ia mengatakan bahwa hal tersebut dipicu tanam padi yang dilakukan oleh petani mundur.
Para petani memastikan air untuk tanam padi cukup sehingga tanaman padi bisa tumbuh dengan baik.
“Sudah terlalu jauh dari panen raya. Kami telah berdialog dengan petani, mereka menunda tanam padi karena khawatir air belum ada dan hujan terlambat,” Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri.
“Biasanya bulan November atau Desember sudah hujan. Sebagian besar sudah mulai tanam jadi di bulan Maret panen. Semoga saat Lebaran nanti sudah panen raya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Wakil Pimpinan Perum Bulog Kediri, Estu Rahmaningtyas menyebut bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini ada 18 ribu ton.
Menurutnya, jumlah tersebut masih mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri 2024 mendatang.
“Stok ada 18 ribu ton, cukup sampai Lebaran. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik untuk beli banyak beras karena stok di gudang tersedia,” ungkap Estu.
Pihak Bulog Kediri juga telah memperkirakan untuk panen di bulan April 2024 mendatang.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
