Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2024 | 14.41 WIB

Pemprov Jateng Sebut 7.000-an Rumah Terdampak Banjir Brebes

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meninjau lokasi banjir di Brebes, Selasa (27/2). - Image

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meninjau lokasi banjir di Brebes, Selasa (27/2).

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, setidaknya 7.000-an rumah terdampak bencana banjir di Desa Kedung Tukang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana menjelaskan, banjir diakibatkan meluapnya Sungai Pemali seiring intensitas hujan yang tinggi. ”Tidak ada tanggul yang jebol, tapi debit airnya besar sampai meluap sehingga menyebabkan permukiman dan persawahan ini terendam,” kata Nana Sudjana seperti dilansir dari Antara.

Dalam kunjungannya, mantan Kapolda Metro Jaya itu ingin memastikan penanganan dan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir dilakukan dengan baik. Banjir di Brebes meluas hingga di 36 desa di enam kecamatan. Yakni Wanasari, Bantarkawung, Larangan, Jatibarang, Songgom, dan Kecamatan Brebes, yang menggenangi sekitar 7.000 rumah warga.

Untuk jumlah warga yang mengungsi, Nana menyebutkan, awalnya tercatat ada 850 warga, namun saat ini tinggal 500-an.

”Sekarang jumlah pengungsi sudah mulai berkurang seiring mulai surutnya air sehingga masyarakat sudah banyak yang kembali dan membersihkan rumah-rumahnya,” ujar Nana Sudjana.

Organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng menyerahkan bantuan senilai Rp 300 juta berupa sembako, pakaian, dan obat-obatan, kepada korban banjir. Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial senilai Rp 118.305.000 untuk penanganan banjir di Brebes.

”Kami juga sudah mendirikan beberapa dapur umum untuk mendistribusikan makanan kepada masyarakat yang memang terdampak. Ada tiga titik dapur di Kecamatan Brebes,” terang Nana Sudjana.

Untuk mengantisipasi banjir di daerah tersebut, dia mengaku sebenarnya Pemprov Jateng telah mengantisipasi sejak awal dengan pembuatan tanggul beton pada 2016.

”Cuma kalau intensitas airnya cukup tinggi airnya meluap. Ini akan kami evaluasi, apakah akan kami tinggikan kembali? Nanti hasil evaluasi baru kami melakukan langkah-langkah,” kata ujar Nana Sudjana.

Nana meminta masyarakat untuk tetap bersiaga dan waspada, serta menjaga kondisi kesehatan seiring dengan banjir yang terjadi. ”Tetap waspada, dan kami harapkan jaga kesehatan. Kami pun bersama TNI dan Polri tetap menjaga (keamanan) di kampung. Jangan sampai ada suatu permasalahan dengan barang-barang yang ada,” papar Nana Sudjana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore