Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 17.35 WIB

DPRD Gresik Evaluasi Program Pembangunan Dinas PU untuk Tangani Banjir Parah di Gresik Selatan

Komisi III DPRD Gresik menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PU terkait banjir (Dok/Radar Gresik)

JawaPos.com – Bencana banjir yang melanda wilayah Gresik Selatan mendapatkan perhatian dari Komisi III DPRD Gresik.

Seperti yang terlihat kemarin, mereka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik untuk melakukan evaluasi bersama.

Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah menyatakan bahwa perlu adanya upaya konkret untuk mengatasi banjir parah di Gresik Selatan, sebab proses normalisasi saat ini masih berlangsung. Misalnya koordinasi lintas sektor yang berfokus pada pencegahan.

“Khususnya dalam hal sodetan maupun aliran air. Karena banyak saluran yang sudah dangkal, sehingga air tidak bergerak hingga menyebabkan banjir,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Gresik (Jawa Pos Group), Jumat (23/2).

Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan bahwa banjir yang terjadi di wilayah Gresik Selatan cukup parah karena membuat rumah, jalan hingga fasilitas umum lainnya tergenang.

“Tahun ini cukup parah. Langkah yang dilakukan saat ini masih fokus pada penanganan. Belum menyentuh upaya pencegahan,” kata.

Lebih lanjut, di tempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan bahwa banjir parah yang terjadi tahun ini tidak hanya disebabkan oleh luapan Kali Lamong. Seperti di Menganti dan Driyorejo.

“Kalau disebabkan luapan Kali Lamong ada penyebab pasti yang bisa diselesaikan. Tapi kalau di Menganti dan Driyorejo ini cukup komplek. Harus segera dicari penyebabnya dan solusinya,” ungkapnya.

Menurut Hamdi, progres normalisasi yang masih berjalan cukup signifikan dalam menekan air, namun terdapat aktivitas lain yang membuat penanganan air tidak berjalan secara maksimal.

“Temuan dilapangan banyaknya utilitas bangunan yang berdiri membuat resapan air tidak maksimal. Terutama yang disebabkan bangunan liar yang mengganggu aliran air,” terang Politisi PKB tersebut.

Terkait hal itu, pihaknya berharap ada tindakan tegas dari dinas terkait untuk segera melakukan penertiban.

Sebab, kondisi tersebut justru akan memunculkan titik genangan baru yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.

“Jika intensitas hujan tinggi, genangan air pun tidak terhindarkan. Sehingga kami juga mengusulkan pembangunan rumah pompa untuk membantu mempercepat aliran air,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik Ubaidillah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penanganan kedaruratan selama terjadinya banjir.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore