Komisi III DPRD Gresik menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PU terkait banjir (Dok/Radar Gresik)
JawaPos.com – Bencana banjir yang melanda wilayah Gresik Selatan mendapatkan perhatian dari Komisi III DPRD Gresik.
Seperti yang terlihat kemarin, mereka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik untuk melakukan evaluasi bersama.
Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah menyatakan bahwa perlu adanya upaya konkret untuk mengatasi banjir parah di Gresik Selatan, sebab proses normalisasi saat ini masih berlangsung. Misalnya koordinasi lintas sektor yang berfokus pada pencegahan.
“Khususnya dalam hal sodetan maupun aliran air. Karena banyak saluran yang sudah dangkal, sehingga air tidak bergerak hingga menyebabkan banjir,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Gresik (Jawa Pos Group), Jumat (23/2).
Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan bahwa banjir yang terjadi di wilayah Gresik Selatan cukup parah karena membuat rumah, jalan hingga fasilitas umum lainnya tergenang.
“Tahun ini cukup parah. Langkah yang dilakukan saat ini masih fokus pada penanganan. Belum menyentuh upaya pencegahan,” kata.
Lebih lanjut, di tempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan bahwa banjir parah yang terjadi tahun ini tidak hanya disebabkan oleh luapan Kali Lamong. Seperti di Menganti dan Driyorejo.
“Kalau disebabkan luapan Kali Lamong ada penyebab pasti yang bisa diselesaikan. Tapi kalau di Menganti dan Driyorejo ini cukup komplek. Harus segera dicari penyebabnya dan solusinya,” ungkapnya.
Menurut Hamdi, progres normalisasi yang masih berjalan cukup signifikan dalam menekan air, namun terdapat aktivitas lain yang membuat penanganan air tidak berjalan secara maksimal.
“Temuan dilapangan banyaknya utilitas bangunan yang berdiri membuat resapan air tidak maksimal. Terutama yang disebabkan bangunan liar yang mengganggu aliran air,” terang Politisi PKB tersebut.
Terkait hal itu, pihaknya berharap ada tindakan tegas dari dinas terkait untuk segera melakukan penertiban.
Sebab, kondisi tersebut justru akan memunculkan titik genangan baru yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
“Jika intensitas hujan tinggi, genangan air pun tidak terhindarkan. Sehingga kami juga mengusulkan pembangunan rumah pompa untuk membantu mempercepat aliran air,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik Ubaidillah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penanganan kedaruratan selama terjadinya banjir.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
