
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, buka Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XVIII.
JawaPos.com - Gelaran Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XVIII dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, Rabu (1/8). Muktamar kali ini, diharapkan mampu menjadi momen untuk merumuskan rancangan-rancangan strategis. Baik bagi kemajuan internal organisasi, maupun keberlangsungan bangsa Indonesia.
Menjadi bagian dari peradaban bangsa, Haedar memberikan semangat perjuangan kepada para Immawan dan Immawati (panggilan untuk kader IMM).
"IMM bersama para anggotanya harus terus berjuang dengan cara modern, seperti yang telah dilakukan oleh Bapaknya (red. KH Ahmad Dahlan)," terang Haedar, di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Haedar juga mengingatkan kembali cita-cita awal IMM, yakni melahirkan intelektual muslim yang memiliki keunggulan secara lahir dan batin. Hal tersebut, mendasari harapan Haedar pada muktamar kali ini agar dapat menghasilkan misi peneguhan ideologi nasional bagi IMM, Muhammadiyah, dan Indonesia.
Sebagai salah satu tokoh yang lahir dari rahim Muhammadiyah, Haedar tidak hentinya menyumbangkan semangatnya kepada seluruh kader IMM pada muktamar kali ini. Salah satunya ialah tentang peneguhan lima keunggulan yang harus dimiliki oleh seluruh kader IMM dan Muhammadiyah.
Lima keunggulan tersebut di antaranya adalah, unggul dalam idealisme diri dan organisasi; keunggulan berorganisasi; keunggulan personal; keunggalan religiusitas dan keunggulan sinergitas.
"Sebagai organisasi modern yang diisi oleh pemuda-pemudi terbaik bangsa, jangan pernah IMM melupakan lima keunggulan yang harus terus diingat dan dijalan oleh seluruh kader," tandas dia.
Acara yang akan dihadiri oleh beberapa tokoh ini juga mendapatkan sambutan hangat dari alumi IMM yang kini menjabat sebagai Rektor UMM Fauzan. Dalam kesempatan itu, Fauzan menyampaikan bahwa, kader IMM harus menjadi etalase garda terdepan dalam meneguhkan nilai-nilai ke Islaman.
"Para kader IMM harus bertanggungjawab untuk terus meneguhkan nilai-nilai keislaman dan keberadaban sebagai cerminan pengabdian pada bangsa," kata dia.
Apresiasi diselenggarakannya Muktamar XVIII IMM ini juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Pria yang juga besar dari organisasi Muhammadiyah ini, menyatakan rasa bangganya kepada IMM yang terus konsisten dalam menegakkan Darul ahdi wa syahada, yang berarti kader IMM harus memiliki pandangan khas gerakan Islam modernis reformis.
"Muhammadiyah bersama IMMnya harus secara tegas mengiplementasikan Darul ahdi wa syahada untuk meciptakan negara yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan damai," tutur Ketua Pimpinan Pusat Muhammaadiyah tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
