Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 01.28 WIB

Pembangunan Bandara Internasional Minangkabau Libatkan Kontraktor dari Jepang, Didesain Tahan Gempa hingga Magnitudo 10

Potret Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat../Instagram @pdg_ap2 - Image

Potret Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat../Instagram @pdg_ap2

JawaPos.com - Tower pemandu penerbangan atau dikenal sebagai Aerodrome Control Tower (ACT) Bandara Internasional Minangkabau sudah didesain anti gempa. Hal ini seperti disampaikan oleh Manager Keselamatan, Keamanan, dan Standarisasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Padang, Alex Fardi, pada 2018 silam.

"Sudah teruji saat gempa besar tahun 2009 kondisi tower masih utuh. Konsultan asal Jepang sudah mendesain Bandara Minangkabau untuk gempa sampai magnitudo 10," sebut Alex, Jumat (26/10/2018), dilansir dari Antara.

Kala itu, Alex mengatakan Bandara Internasional Minangkabau termasuk ACT yang dioperasikan secara penuh tahun 2005 memang sudah didesain anti gempa. Hal itu mengingat wilayah Sumatera Barat terletak dekat dengan tiga pusat gempa yakni Mentawai Megathrust, Sesar Sumatera, dan Mentawai Fault System.

Seperti diketahui, Bandara Internasional Minangkabau atau Minangkabau International Airport, merupakan bandara bertaraf internasional satu-satunya yang ada di Sumatera Barat (Sumbar). Letaknya, berada sekitar 23 km dari pusat Kota Padang, tepatnya di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Bandara ini dibangun sebagai pengganti Bandar Udara Tabing yang saat itu dikatakan sudah tidak lagi memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan. Bandara Internasional Minangkabau diakui cukup unik lantaran telah dinobatkan sebagai bandara satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia yang memakai nama etnis.

Dilansir dari Angkasapura2.co.id, pembangunan Bandara Internasional Minangkabu mulai dilakukan pada tahun 2001 dengan menghabiskan biaya sekitar 9,4 miliar Yen, dengan 10 persen di antaranya (sekitar Rp 97,6 miliar) merupakan pinjaman lunak dari Japan Bank International Coorporation (JICB). Konstruksinya melibatkan kontraktor Shimizu dan Marubeni J.O. dari Jepang, dan Adhi Karya dari Indonesia.

Pada 22 Juli 2005, Bandara Internasional Minangkabau yang jadi kebanggaan masyarakat Sumbar ini mulai membuka penerbangan komersial. Pada 2006, bandara ini kemudian ditetapkan sebagai tempat embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah provinsi Sumatra Barat, Bengkulu, dan sebagian Jambi, oleh Kementerian Agama.

Berdiri di atas tanah seluas 4,27 km², Bandar Udara Internasional Minangkabau memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Pada awalnya, penerbangan domestik dan internasional dilayani oleh satu terminal yang luasnya sekitar 20.568 m², yang berkapasitas sekitar 2,3 juta penumpang setiap tahunnya.

Kemudian, pada tahun 2020, terdapat perluasan terminal dengan menambahkan gedung baru seluas 25.725 m². Sehingga luas totalnya menjadi 46.312 m². Kini, kapasitas penumpang pun bertambah menjadi 5,7 juta per tahun.

Dengan luas tersebut, Bandar Udara Internasional Minangkabau dapat menampung Pesawat Airbus A300, Airbus A319, Airbus A320,Airbus A330, Airbus A340, Airbus A350, ATR 72, Boeing 747, Boeing 777, dan McDonnell Douglas MD-11.

Kelengkapan fasilitas juga terbilang sangat memadai. Dilansir dari hubud.dephub.go.id, di dalam bandara terdapat area parkir kendaraan, ATM, musala, dan FIDS. Selain itu, bandara juga menyediakan angkutan berupa taxi, bus, train, dan rent car.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore