
Cabai merah di pasar Kramatjati, Jakarta, Rabu, (13/7/2022). Harga cabai merah keriting tembus ke atas Rp 140.000 per kilogram (kg), sementara cabai rawit merah melesat ke Rp 120.000 per kg di pasar Tradisional Jakarta. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com – Menjelang akhir tahun, harga sejumlah bahan pokok di wilayah Jatim terus merangkak. Cabai rawit menjadi komoditas yang kenaikan harganya paling meroket.
Berdasar data ketersediaan dan rata-rata harga bahan pokok Pemprov Jatim, hingga Rabu (28/12) harga cabai rawit sudah tembus Rp 45.508 per kilogram. Naik dibandingkan sehari sebelumnya, Rp 43.217 per kilogram.
’’Memang terjadi kenaikan. Di pasaran, harganya sudah di atas Rp 40 ribu per kilogram,’’ ucap Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Wilayah Jawa Timur Nanang Triatmoko kemarin.
Ada sejumlah penyebab kenaikan harga cabai di Jatim. Salah satunya, kenaikan permintaan menjelang akhir tahun. Di sisi lain, stok di lumbung-lumbung cabai di Jatim menipis.
Cabai yang dijual di pasaran sekarang mayoritas adalah hasil panen dan stok dari Banyuwangi dan Kediri. Sementara itu, lumbung cabai tadah hujan di beberapa daerah seperti Lamongan dan Tuban baru mulai menanam pada November. Dengan demikian, baru bisa dipanen satu hingga dua bulan lagi.
’’Meski demikian, kebutuhan cabai di Jatim masih lebih dari cukup. Sehingga tidak perlu impor. Ini masalah pola konsumsi yang meningkat pada Natal dan tahun baru,’’ katanya.
Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Irita Rahayu Aryati membenarkan adanya kenaikan harga cabai. Dibandingkan pada bulan lalu, ada kenaikan sebesar 22 persen.
’’Tapi, kalau dicermati, di minggu keempat bulan ini, harga cabai mulai alami penurunan kembali,’’ paparnya.
Di sejumlah daerah, selain cabai, ada sejumlah komoditas yang menunjukkan tren kenaikan harga. Di Jember, misalnya. Salah satu yang melonjak adalah bawang merah. ’’Sejak awal bulan, harga bawang merah naik. Sampai Rp 40 ribu (per kilogram),’’ kata Fatimah, pedagang di Pasar Kalisat.
Di Bojonegoro, harga sejumlah komoditas lainnya juga naik. Daging ayam dari Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram. ’’Kenaikan sudah terjadi dalam dua minggu. Perkiraan stabil pada pertengahan Januari 2023,’’ ujar Khoirul, pedagang di Pasar Kapas.
Bahkan, khusus cabai, kenaikan harga di sejumlah pasar di kabupaten tersebut sempat tembus Rp 50 ribu per kilogram. ’’Beberapa hari lalu masih di kisaran Rp 35 ribu. Tiba-tiba sampai Rp 50 ribu,’’ kata Tulus, salah seorang pedagang di Pasar Kota.
HARGA BAHAN POKOK PENTING YANG NAIK DI JATIM
Minyak goreng curah : Rp 15.734
Tepung terigu : Rp 11.610
Kacang kedelai : Rp 14.344
Bawang putih : Rp 21.667
Cabai merah besar keriting : Rp 29.128
Cabai merah besar biasa : Rp 23.500
Cabai rawit : Rp 45.658
Beras : Rp 10.408–Rp 12.123
Catatan:
- Harga per kilogram
- Harga beras berdasar jenis

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
