Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 20.55 WIB

Harga Sembako di Semarang dan Solo Terus Naik, Pemerintah Pastikan Stok Sembako pada Ramadan dan Lebaran Aman

Pasar Murah yang digelar untuk menekan inflasi dan harga (Nurfaik Nabhan/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Pasar Murah yang digelar untuk menekan inflasi dan harga (Nurfaik Nabhan/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com – Harga berbagai sembako seperti beras, telur, dan cabai masih mengalami kenaikan di berbagai daerah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Subroto, mengatakan, kenaikan berbagai komoditas di Kabupaten Semarang dengan harga yang beragam.

Mengutip Radar Semarang (Jawa Pos Group), ia mengatakan beras premium mengalami kenaikan hingga Rp 18 ribu di Pasar Bandungan.

Sementara, beras di pasar lainnya di Kabupaten Semarang masih berkisar seharga Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu.

"Telur ayam ras sekarang di harga kisaran Rp 28 ribuan sampai Rp 29 ribuan. Kemudian cabai rawit merah ada kenaikan Rp 1.000 sekitar di harga Rp 46 ribu sampai Rp 60 ribu," ucapnya.

Meskipun mengalami kenaikan harga, stok beras di Kabupaten Semarang dipastikan aman hingga beberapa bulan kedepan.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, menuturkan, jika kenaikan harga beras disebabkan oleh faktor global seperti El Nino yang berdampak di sebagian wilayah Kabupaten Semarang.

"Kondisi global seperti El Nino bahkan adanya eskalasi perang sehingga mempengaruhi kondisi global. Sehingga harga-harga pangan yang impor ini naik, termasuk beras ini," ucapnya.

Sementara itu, di Solo, seorang penjual cabai di Pasar Legi, Arief Agustianto, mengatakan kenaikan harga cabai terjadi seminggu terakhir.

"(Harga) naik terus sejak pemilu. Bertahap naik Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per jenisnya," kata Arif kepada Jawa Pos Radar Solo (Jawa Pos Group), Senin (19/2/2024).

Ia pun mengeluhkan kenaikan harga cabai membuat masyarakat mengurangi jumlah pembelian. Tak hanya itu, pasokan penjualannya juga berkurang.

“Rata – rata masyarakat belinya juga cuma setengah kilo, padahal biasanya satu kilo,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang lainnya, Kati, mengatakan, cabai yang ia jual mengalami kenaikan. Selain itu, bawang putih dan bawang merah juga mengalami kenaikan hingga Rp 38 ribu dan Rp 30 ribu per kilogramnya.

"Memang pemilu ini naik karena permintaan juga tinggi. Apalagi musim hujan gini kualitas dan jumlah panen dari petani juga kurang. Jadi harga pada naik," ucapnya.

Menyadur Antara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan ketersediaan sembako saat Ramadhan dan lebaran dapat tersedia untuk mencegah lonjakan inflasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore