Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 November 2022 | 02.04 WIB

Nakes Teladan Pelajari Produksi Vaksin Covid-19 dari Hulu sampai Hilir

Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia Imran Agus Nurali. (Istimewa) - Image

Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia Imran Agus Nurali. (Istimewa)

JawaPos.com - Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap 12 November menjadi momentum untuk menaruh perhatian lebih pada sektor kesehatan. Tema Hari Kesehatan Nasional saat ini adalah Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku. HKN 2022 yang berbarengan dengan G20 di Bali pada 15-16 November 2022 dijadikan momentum bagi Holding BUMN Farmasi untuk melakukan transformasi digital dalam bidang kesehatan.

Itu dilakukan karena transformasi yang dilakukan dari hulu hingga hilir akan menciptakan ketersediaan (Availability) layanan kesehatan. Lalu, kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (Accessibility), pelayanan kesehatan yang dapat diterima oleh masyarakat (Acceptability), layanan kesehatan dengan harga yang terjangkau (affordable), dan yang terpenting layanan kesehatan yang berkesinambungan (Sustainability).

Selain itu, dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional 2022, Bio Farma mendapat kunjungan 250 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan. Mereka datang bersama Pimpinan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan di kantor Pusat Bio Farma, Pasteur, Kota Bandung, Minggu (13/11). Dari Kemenkes RI hadir Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Oos Fatimah Rosyati, Direktur Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan Zubaidah Elvia, dan Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia Imran Agus Nurali.

Ada lima kategori tenaga kesehatan teladan yang hadir. Yakni, sembilan jenis tenaga kesehatan yang ada di puskesmas, 13 jenis tenaga kesehatan dari rumah sakit umum daerah dari berbagai provinsi, 13 jenis profesi dari tenaga rumah sakit vertikal milik pemerintah, kemudian dari daerah tertinggal kepulauan dan perbatasan, serta dari kader kesehatan posyandu yang sudah berjuang dan menjadi pahlawan bangsa selama Covid-19.

Dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Imran menyampaikan kunjungan itu punya maksud untuk mengenalkan proses hulu ke hilir produksi vaksinasi. “Dengan berkunjung ke Bio Farma diharapakan tenaga kesehatan teladan mengetahui dari hulu proses produksi vaksinasi dan hilirnya adalah tenaga kesehatan sebagai tenaga pelaksana di lapangan,'' kata Imran Agus.

Seperti diketahui, Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi bersama anggotanya yaitu PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indofarma Tbk, menjadi lokomotif dalam penanganan pandemi Covid-19. Mereka melakukan upaya kuratif, preventif dan promotif. Mulai penyediaan vaksin Covid-19, penanganan gejala Covid-19, kit diagnostik, dan alat kesehatan seperti masker. Untuk vaksin Covid-19 itu telah didistribusikan 425 juta dosis ke seluruh pelosok Indonesia.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyambut baik kunjungan 250 Tenaga Kesehatan Teladan dari seluruh Indonesia tersebut. Bio Farma mengapresiasi kehadiran tenaga kesehatan teladan ini dan berharap dapat memberikan peningkatan wawasan dan Pengetahuan terkait Produksi Vaksin, Antisera dan Produk-produk Biologi (Life Sciences).

“Semua produk dari Holding BUMN Farmasi, baik vaksin maupun produk pendukung tidak akan menjadi penyelamat Indonesia dari pandemi Covid-19 apabila tidak ada peran dari tenaga kesehatan. Mereka yang tidak mengenal lelah saat melakukan upaya perawatan, menangani, dan membantu Indonesia keluar dari pandemi Covid-19,'' katanya.

Honesti menambahkan, menyematkan pahlawan kepada para tenaga kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Atas upaya mereka, Indonesia termasuk ke dalam jajaran negara yang berhasil dalam hal menangani pandemi Covid-19. “Peran tenaga kesehatan tidak berhenti pada upaya kuratif dan promotif saja, tapi juga pada upaya preventif. Apalah arti 425 juta dosis vaksin yang terdistribusi apabila tidak ada tenaga kesehatan yang membantu penyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat,'' jelasnya.

Vaksin Covid-19 Dosis Booster


Vaksin Bio Farma terbaru yaitu IndoVac, segera menjadi vaksin booster setelah diterbitkannya Ijin Penggunaan Darurat (EUA) Booster dari Badan POM pada 3 November 2022. Dengan EUA ini, IndoVac menjadi vaksin produksi dalam negeri pertama yang memperoleh izin dan menjadi vaksin booster ketujuh yang dapat digunakan di Indonesia.

Honesti menyampaikan, untuk vaksin booster ini Bio Farma sudah menyiapkan kapasitas produksi sebanyak dua puluh juta dosis. Semuanya akan dibuat di fasilitas produksi Bio Farma, “Kami sudah menyiapkan produksi vaksin IndoVac ini dari mulai bahan baku dan bahan pendukungnya, dari total dua puluh juta dosis, setidaknya lima juta dosis akan siap dalam waktu dekat,” terangnya.

Berdasarkan EUA yang ditandatangani oleh Kepala Badan POM Penny K Lukito, Vaksin IndoVac dosis booster akan digunakan untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas yang mendapatkan vaksin primer Sinovac (booster heterolog). Secara paralel, vaksin juga sedang diuji klinis untuk anak-anak pada 6 Oktober 2022. Diperkirakan EUA vaksin untuk anak-anak akan dirilis pada awal Desember 2022.

“Setelah didapatkan izin penggunaan darurat untuk  anak, maka vaksin IndoVac dapat digunakan untuk jangkauan usia yang lebih luas,'' kata Honesti.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore