
ritual Ngenteg Linggih atau ritual besar untuk Pura Agung Mpu Kuturan digelar di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Antara
JawaPos.com–Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, mengadakan ritual Ngenteg Linggih atau ritual besar untuk Pura Agung Mpu Kuturan yang digunakan sebagai pusat praktik keagamaan di kampus keagamaan negeri tersebut.
”Ritual ini adalah ritual besar setelah pura kami selesai dibangun. Temanya Karya Agung Mamungkah atau Wraspati Kalpa Utama,” kata Ketua STAHN Mpu Kuturan I Gede Suwindia seperti dilansir dari Antara di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Senin (24/10).
Dia mengatakan, pura dengan arsitektur ukiran khas Bali utara tersebut tergolong unik, lantaran menggunakan bahan dari paras abasan di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. ”Harapannya, pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan tak hanya sebagai momentum peningkatan sradha bakti sivitas akademika kampus, melainkan sebagai ikon pelestarian ukiran khas Buleleng yang perlahan mulai ditinggalkan,” kata I Gede Suwindia.
Dia menambahkan, penamaan Pura Agung Mpu Kuturan tidak terlepas dari spirit tokoh suci Mpu Kuturan yang mampu menyatukan beragam sekte di Bali pada zaman dahulu. Serta menata kehidupan beragama Umat Hindu di Bali.
”Kami sangat bangga sekali, astungkara berkat Ida Sesuhunan, Pura Agung Mpu Kuturan ini bisa terwujud meskipun melalui proses yang cukup panjang. Dan semoga ini semakin meningkatkan sradha bakti kami, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai suci yang diwariskan Mpu Kuturan, sehingga ke depannya lembaga ini senantiasa bisa melayani masyarakat dengan baik,” kata I Gede Suwindia.
Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Nengah Duija mengapresiasi pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan. Hal itu sebagai implementasi dari filosofi Tri Hita Karana, khususnya dalam hal Parahyangan.
Mantan Rektor UHN Bagus Sugriwa itu mengatakan Parahyangan Pura Agung Mpu Kuturan itu sangat tepat difungsikan sebagai lab praktik keagamaan dari seluruh sivitas akademika. Spirit nama besar harus mengacu pada nilai karakter Mpu Kuturan yang sebenarnya.
”Karakter religius ini harus dibangun sejak dini kepada seluruh sivitas akademika. Mpu Kuturan adalah seorang arsitek dari keagamaan Hindu. Kalau ingin menjadi perguruan tinggi Hindu yang mampu bersaing, harus mampu menguasai bidang agama yang berlandaskan nilai kearifan lokal, dan senantiasa membina harmoni antara parahyangan, pelemahan, dan pawongan,” kata Nengah Duija.
Setelah puncak acara kemudian akan dilanjutkan dengan upacara nganyarin hingga Nyineb pada Selasa (25/10), sehingga total ada enam Sulinggih yang akan muput karya agung itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
