Ilustrasi - JLS Trenggalek. ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko.
Menyusul hal tersebut, dilansir JawaPos.com dari Antara, Pemerintah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur mulai mengangsur sisa target pembebasan secara bertahap lahan untuk pembangunan JLS Yogyakarta - Malang tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek Ramelan saat ditanya awak media terkait perkembangan dan kemajuan proyek JLS Trenggalek, pada Senin (5/2).
"Untuk semester pertama tahun ini kami mengupayakan untuk membebaskan lahan sepanjang 16 kilometer di lahan milik Perhutani. Ruasnya yang dibebaskan ada di antara Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo hingga Pantai Ngampiran Kecamatan Munjungan," kata Ramelan.
Ramelan menyebut, jika diukur secara kuantitatif, sisa target lahan yang harus dibebaskan untuk melanjutkan proyek pembangunan JLS tersebut adalah sepanjang 42 kilometer.
Yang mana, jalan itu diketahui melintasi kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani serta sebagiannya lagi merupakan lahan milik warga setempat.
Menurut Ramelan, untuk dapat membebaskan lahan sepanjang 42 kilometer itu, anggaran yang dibutuhkan tak main - main. Yakni, mencapai kisaran Rp285 miliar.
APBD Trenggalek tidak mampu menutupinya sekaligus. Apalagi, dalam APBD Trenggalek tahun 2024 ini, anggaran yang sediakan untuk membiayai pembebasan lahan JLS hanya Rp500 juta atau setengah miliar saja.
Sehingga dari angka saja sudah terlihat bahwa plafon APBD Trenggalek untuk JLS itu terlalu jauh dibanding asumsi total biaya pembebasan lahan 42 kilometer tersebut.
"Tahun ini hanya ada Rp500 juta. Kecil sekali itu. Ada target dari pusat tahun 2029 harus menyambung Malang-Yogya, PR terbesar memang ada di Trenggalek," ucapnya.
Melihat kondisi tersebut, Ramelan tak yakin jika target tersambungnya JLS Yogyakarta - Malang pada 2029 itu bakal terwujud. Sehingga, menurutnya dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat akan sangat membantu.
Bahkan jika pun bisa ditekan, ia khawatir hal itu akan mengganggu postur APBD Trenggalek.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
