JawaPos.com - Tanggul Sungai Cabean di Desa Rejosari dan Sidorejo, Kecamatan Karangawen jebol usai dilanda hujan deras yang memicu meluapnya air di sejumlah sungai, Selasa (6/2).
Pada Desa Rejosari, tanggul jebol berada di sebelah kanan dan kiri tepatnya di wilayah Dukuh Mangun.
Sedangkan di Desa Sidorejo, tanggul sungai yang jebol berada di sisi kanan utamanya untuk masuk ke wilayah Dukuh Ngemplik.
Hal ini menyebabkan banjir yang melanda pemukiman warga dan area pesawahan di sekitar dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 100 cm.
Hal serupa berupa limpasan air juga terjadi di Sungai Tuntang, yang berada di wilayah Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho LP menjelaskan untuk sementara total ada empat desa yang tersebar di dua kecamatan dari keseluruhan wilayah yang terdampak banjir.
Desa tersebut yakni Desa Rejosari dan Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen. Kemudian Desa Pilangwetan dan Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.
Dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), berdasarkan data yang ada, BPBD Demak menyebut dampak dari banjir di Desa Rejosari telah merendam sebanyak 57 rumah dengan 228 jiwa.
Selanjutnya, di Desa Sidorejo banjir telah merendam 495 rumah dengan 1.976 jiwa.
Tidak hanya rumah, tanaman padi dengan usia tanam 40 hingga 60 hari seluas 105 hektare serta tanaman jagung dengan usia antara 70-80 hari di 95 hektare lahan pertanian ikut terdampak.
Akibatnya, puluhan warga diungsikan di Masjid Al Ikhlas RT 1 RW 5, Dukuh Cabean Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen.
Rincian dari warga yang diungsikan adalah anak atau balia sebanyak 23 orang, lansia ada 9 orang dan dewasa sebanyak 29 orang.
Kemudian jumlah pengungsi di UPD Dindikbud tercatat ada 5 orang balita, 5 orang lansia, 17 anak-anak, dan 27 orang dewasa.
Sementara untuk di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung banjir telah meredam rumah warga di RT 2 dan 3 RW 1 dengan 122 kepala keluarga (KK).
Di RT 1 dan 3 RW 2 dengan 131 KK serta di RT 1 dan 3 RW 3 dengan 200 KK juga terdampak banjir. Sedangkan sawah yang terdampak ada 75 hektare.
"Banjir di Pilangwetan ini juga merendam fasilitas umum berupa 6 sekolah, 1 masjid, dan kantor desa," jelas Agus, dikutip dari Radar Semarang.
Banjir di Desa Kebonagung ini terjadi akibat dari rembesan tanggul dan adanya pergeseran dari tanggul sepanjang 10 meter.
"Untuk membantu meringankan beban warga korban banjir ini, kita dirikan dapur umum dan logistik di desa yang terdampak banjir. Kita juga kerahkan alat berat untuk tanggul sungai yang jebol," pungkas Agus, dikutip dari Radar Semarang.
***