Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Februari 2024 | 17.00 WIB

Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek, Masyarakat Khususnya Warga Tionghoa Mulai Membersihkan Tempat Persembahyangan

Pengayah dan Pengurus Griya Kongco Dwipayana, Tanah Kilap saat membersihkan bangunan Kongco, jelang tahun baru Imlek. (miftahuddin halim/radarbali.id) - Image

Pengayah dan Pengurus Griya Kongco Dwipayana, Tanah Kilap saat membersihkan bangunan Kongco, jelang tahun baru Imlek. (miftahuddin halim/radarbali.id)

JawaPos.com - Masyarakat khususnya warga Tionghoa akan segera memasuki kalender shio Naga Kayu yang memiliki makna keberhasilan dalam segala usaha.

Masyarakat Tionghoa terlihat cukup antusias dalam menyambut tahun baru Imlek yang jatuh pada 10 Februari mendatang tahun 2575.

Menyambut perayaan tahun baru Imlek di tahun 2024 ini, sejumlah tempat persembahyangan sudah mulai dibersihkan.

Seperti tempat persembahyangan di Griya Kongco Dwipayana di Denpasar dan juga Vihara Dharmayana Kuta, kemarin (3/2).

Para pengurus kongco dan vihara berbondong-bondong membersihkan arca dewa, rupang dan pernak-pernik para dewa.

Tidak hanya pengurus, ada juga sukarelawan yang ikut membantu proses pembersihan.

Sekretaris Griya Kongco Dwipayana Nyoman Sudarsana mengatakan bahwa proses pembersihan tersebut dilakukan dengan air suci dan bunga-bunga.

Sebelum dibersihkan, mereka terlebih dahulu melakukan upacara pelepasan para dewa. Tanggal 9 Februari upacara pemanggilan dewa dan tanggal 10 menyambut tahun baru Imlek dengan berbagai pagelaran, salah satunya barongsai.

Tahun ini merupakan tahun naga kayu yang memiliki makna keberuntungan dan kesuksesan, di mana dalam setiap usaha apapun akan mendapatkan kebahagiaan dan keberhasilan.

"Semua dapat keberhasilan dalam usahanya lancar aman dan damai," terang Sudarsana seperti dikutip dari Radar Bali (Jawa Pos Group) pada Minggu (4/2).

Proses pembersihan tersebut merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun menjelang hari raya Imlek, juga sebagai salah satu upaya untuk mengusir bala.

Sementara itu, salah satunya pengayah, Putu Unix yang merupakan warga yang berdomisili di Denpasar, Bali juga turut bahagia bisa diberikan kesempatan ngayah di Griyang Kongco Dwipayana.

Dengan menggunakan pakaian serba merah, dirinya dengan penuh semangat membersihkan berbagai pernak-pernik milik para dewa.

"Saya baru bergabung dua tahun dan dapat kesempatan ngayah kali ini. Senang sekali mendapatkan kesempatan langka karena bisa mengenal tentang kongco. Saya tidak hanya mendapat belajar yang baik tapi juga yang benar," kata Unix.

Dia berharap tahun baru Imlek ini dapat menghadirkan suasana yang damai, terlebih menjelang pemilu 14 Februari nanti pesta demokrasi bisa berjalan lancar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore