
Sekolah SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA)
JawaPos.com - Sepekan yang lalu menjadi hari yang tidak terlupakan bagi Syahyudi. Kala dia dipanggil oleh kepala sekolah SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) di Kota Medan.
Tepatnya Kamis (3/10) petang, Syahyudi bersama Cindy Claudyana Sembirig, sesama pengajar di YPSA masuk ke dalam kantor Kepsek. Ternyata di dalamnya sudah menunggu orangtua AN, murid kelas XI di sekolah tersebut. Mereka adalah DT (ibu), AR (ayah), DF (paman) dan satu wali murid lainnya yang tidak diketahui namanya.
Sang orangtua murid datang untuk meminta klarifikasi atas kekerasan terhadap AN yang disangkakan kepada Syahyudi dan Cindy. Pertemuan berlangsung lancar di awal.
Kepala Sekolah SMA, Bagoes Maulana mengatakan, pertemuan itu untuk menuntaskan masalah. Dia akan bertanggung jawab, bahkan saat pertemuan itu sang Kepsek mengatakan akan memberikan sanksi jika dua gurunya terbukti melanggar.
Sang ayah pun berbicara hal yang dikeluhkan anaknya. Langsung dengan nada tinggi. Disela pembicaraan, sang ibu kemudian mengambil air mineral gelas dan melemparkan ke Cindy. Gelas air mineral itu nyaris mengenai guru Bahasa Arab tersebut. Beruntung, dia sempat mengelak. Situasi mulai panas.
Kepsek sempat mencoba menenangkan situasi. Setelah reda, sang ayah melanjutkan pembicaraan. Istrinya juga ikut berbicara tetap dengan nada tinggi. "Dia sempat bilang, mereka ini tidak cocok mengajar di sini, Ini bukan guru," ujar Syahyudi saat ditemui JawaPos.com, Rabu (10/10) petang.
Ibu yang berprofesi sebagai dokter itu langsung berdiri dan menghampiri Syahyudi. Pukulan melayang ke arahnya. Ternyata suasana semakin kacau. Sang paman, Kata Syahyudi, melemparkan botol plastik minuman ke arahnya. Lemparan itu kena tepat di dekat dada dan menyebabkan sedikit luka.
Setelah sang ibu menghajar Syahyudi, dia beranjak ke arah Cindy. Dia memegang kepala Cindy dan mencoba menghempaskannya ke arah meja. "Syukur Alhamdulillah cindi mencoba menahan, dan tidak kena ke meja,"
Kemudian sang paman dan ayah murid itu menghampiri Syahyudi. Dia menghindar ke sisi lain ruangan. Mereka tetap mendekat ke arah Syahyudi. Dia tersudut dan dihajar. "Saya melindungi wajah saya. Pukulan yang saya rasakan itu di bagian punggung dan kepala bagian belakang," jelasnya.
Saat Syahyudi diserang, ternyata Cindy juga dalam posisi tersudut ke dinding oleh sang ibu. Dia juga dipukuli.
Saat itu di dalam forum, ada kepala sekolah, wakasek bidang kesiswaan dan guru Bimbingan konseling. Mereka berusaha melerai. Guru Bimbingan konseling lari keluar untuk mencari bantuan.
Setelah kacau, mereka kembali duduk. Syahyudi pun juga menyampaikan maaf. Namun ditolak pihak keluarga murid. Sampai akhirnya pertemuan itu selesai.
Usut punya usut masalah itu bermula pada laporan sang murid kepada orangtua. Cindi adalah Wali Kelas Pelajar Kelas XI SMA yang dikenal sebagai tempat pendidikan orang-orang tajir. Pelajar itu, kata Syahyudi, terlambat masuk ke kelas saat jam pelajaran, Rabu (3/10). Dan Cindi mengingatkan kepada muridnya.
"Bu Cindi dituduh melakukan pencekikan kepada murid pada muridnya," ungkapnya.
Siang harinya, sang murid kena teguran Syahyudi. Ketika usai jam istirahat, laki-laki berbadan kurus itu melihat sang murid dinasehati oleh guru lainnya. "Dia itu ngeledekin Bu Cindi. Disuruh berdiri dia gak mau. Ini bukan sekali saja, hampir rata-rata guru mendapat perlakuan yang sama ketika menyikapi itu,"

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
