Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 September 2022 | 04.44 WIB

Program Kolaborasi Kemenkop UKM Bantu 31 Juta Difabel

Prosesi pembukaan program Cerita Kriya. Istimewa - Image

Prosesi pembukaan program Cerita Kriya. Istimewa

JawaPos.com–Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) memusatkan kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM) di Bali.

Acara bertema Cerita Kriya itu bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bidang Pendanaan, didukung Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (Smesco Indonesia), Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI), WhatsApp Indonesia, serta UKM Indonesia.

Digelar sejak Kamis (8/9), acara itu diharapkan menjadi pusat kegiatan yang juga mampu mendukung upaya agar Pulau Dewata pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Bali yang mengandalkan sektor parawisata itu, sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Padahal, selama ini parawisata Bali berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan menyumbang banyak devisa bagi negara.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, kegiatan sinergi Kemenkop UKM dengan Bidang Pendanaan Dekranas mendorong ekosistem UMKM menjadi lebih berdaya dan mandiri seiring dengan menguatnya ekonomi digital. Program tersebut diharapkan menjadi gerbang kolaborasi lintas sektor.

”Kerja sama ini memberikan peluang bagi UMKM lokal untuk bisa mengakselerasi potensi supaya dapat onboarding ke digital. UMKM Perajin Indonesia akan semakin berdaya dan mandiri jika masuk dan go digital. Untuk itu, dibutuhkan banyak inovator digital,” kata Teten, Jumat (9/9).

Pemanfaatan ekonomi digital saat ini menjadi perhatian bagi pengembangan proses bisnis UMKM Perajin Indonesia dan koperasi. Digital onboarding diakui Teten sangat penting bagi pelaku UKM di Indonesia. Digital onboarding bakal menjadi solusi atas urusan perbankan yang cukup menyita waktu.

Onboarding membuat pemasaran online menjadi lebih mudah karena dapat dilakukan hanya dari genggaman tangan,” tegas Teten.

Ketua Umum Dekranas Pusat Wury Ma'ruf Amin menuturkan, pihaknya fokus pada penguatan ekosistem sub-sektor kriya dari hulu hingga ke hilir. Itu dimulai sejak proses produksi, pembiayaan, pemasaran, sampai dengan kelembagaan seperti koperasi.

”Dan yang paling utama, transformasi digital bagi pelaku usaha. Kami menggandeng teman-teman disabilitas yang telah berkarya banyak di sektor Kriya ini untuk dapat terus berkembang dan menemukan pasarnya melalui program-program Cerita Kriya,” ungkap Wury Ma'ruf Amin.

Berdasar catatan, selama 2022 ini, Dekranas dengan dukungan dari Kemenkop UKM, melatih lebih dari 500 fasilitator/trainer pemerintah dengan target lebih dari 900 ribu UMKM. Kolaborasi Dekranas dan Kemenkop UKM diakui Wury sudah berjalan sejak 2019. Namun pada 020, kedua belah pihak sepakat mendesain ulang kegiatan untuk menjadi lebih berkelanjutan dan dengan pendekatan penguatan ekosistem untuk pelaku usaha.

”Pada 2020 hingga 2021 kami fokus pada penguatan Wastra Indonesia, sesuai dengan fokus kerja Dekranas, dengan tajuk Cerita Wastra,” terang Wury Ma'ruf Amin.

Kegiatan itu bahkan juga membuka lapangan pekerjaan bagi disabilitas. Mengacu pada catatan Ketua Umum Yayasan PTI Myra Winark, kesempatan yang diberikan Kemenkop UKM dan Dekranas mampu membukakan peluang bagi 31 juta kaum disabilitas di Indonesia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore