
Dicky C. Putra, pelaku pembunuh pemandu karaoke (PK) Wisma Mr. Classic saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, Sabtu (15/9).
JawaPos.com - D, 16, pelaku pembunuhan terhadap Pemandu Karaoke (PK) lokalisasi Sunan Kuning menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri, Semarang, Senin (8/10). Dalam persidangan tersebut, terdakwa mengaku menaruh dendam kepada korban bernama Ayu Sinar Agustin, alias Ninin.
Kuasa Hukum Terdakwa, Didik Simon saat dijumpai usai jalannya sidang tertutup, mengatakan, D saat diperiksa Hakim Tunggal Fathurrokhman mengakui semua perbuatannya. Ia menyebut, semua berawal dari dendam kliennya kepada korban yang sudan dipendam selama sebulan sebelumnya.
“Awalnya memang terdakwa dan korban sudah berkencan. Kemudian terdakwa merasa sakit hati oleh perlakuan korban. Lalu merencanakan untuk membunuh korban pada bulan September saat waktu kejadian perkara,” jelas Simon.
Simon mengungkap, selain memeriksa kliennya, hakim juga memintai keterangan lima saksi lain sebelumnya. Mereka adalah rekan kerja korban yang berjumlah tiga orang. "Dua saksi dari pihak kepolisian,” sambungnya.
Sementara, sidang lanjutan sendiri, lanjut Simon masih akan digelar lagi pada Rabu (10/10) besok. Dengan agenda pembacaan tuntutan kepada terdakwa. “Saya akan memperhatikan tuntutannya dulu. Nanti akan saya siapkan pledoi,” cetusnya.
Seperti diketahui, D, 16, warga Babankerep, Ngaliyan diciduk pada Sabtu (15/9) dini hari oleh petugas gabungan Polsek Semarang Barat, Polsek Ngaliyan, serta Polrestabes Semarang di kediamannya.
Dirinya diringkus lantaran terbukti menjadi tersangka di balik tewasnya Ayu Sinar Agustin alias Ninin, 23. Warga Patebon, Kendal yang berprofesi sebagai PK itu ditemukan tak bernyawa di kamar tempatnya bekerja, Wisma Karaoke Mr Classic, Gang 3 Lokalisasi Argorejo, Semarang, Kamis (13/9).
D diketahui menghabisi nyawa Ninin dengan cara mencekik bagian leher hingga kehabisan nafas setelah memakai jasanya. Sebelum menyiramnya memakai oli bekas guna menghilangkan jejak dan melarikan satu unit handphone milik korban.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
