
Kondisi miniatur menara Eiffel di jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo yang miring (foto kiri). Nampak petugas langsung memperbaikinya. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
JawaPos.com – Miniatur Menara Eiffel menjadi salah satu ikon baru Kota Probolinggo yang terletak di sisi barat Simpang Tiga King tampak miring dan menjadi perhatian masyarakat.
Padahal, ikon baru berupa Miniatur Menara Eiffel tersebut, baru saja rampung dibangun tapi sudah terlihat miring, seakan akan roboh.
Kondisi tersebut, sontak menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo.
Mengutip Radar Bromo (Jawa Pos Group), beberapa pekerja telah tampak memperbaiki Miniatur Menara Eiffel pada Minggu (21/1) dini hari.
Lampu-lampu yang menghiasi ikon tersebut tampak dimatikan. Kemiringan ikon yang rampung dibangun pada akhir 2023 tersebut diakibatkan tertabrak sebuah truk boks.
“Ditabraknya sekitar pukul sepuluh malam. Katanya supir truknya mengantuk,” ujar seorang warga yang ada di lokasi kejadian.
Pembangunan ikon baru Kota Probolinggo ini dibangun menggunakan dana APBD. Selain Miniatur Menara Eiffel, juga dibangun ikon lainnya berupa miniatur Monumen Nasional (Monas), Miniatur Big Ben London, Miniatur Wind Mill Belanda, serta hiasan lampu di dekat menara air jalan Panglima Sudirman Simpang Empat Randu Pangger.
Pembangunan lima ikon baru Kota Probolinggo tersebut menghabiskan anggaran senilai sekitar Rp 2 Milyar.
Selain itu, ikon-ikon tersebut juga diprediksi membuat tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Probolinggo bertambah.
Pada tahun 2024 ini Pemkot Probolinggo menganggarkan untuk membayar tagihan PJU sebesar Rp 15,2 Milyar atau lebih banyak Rp 700 juta dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 14,5.
Berdasarkan data Dishub Kota Probolinggo, terdapat tujuh ribu titik PJU yang tersebar di lima kecamatan dan terdapat bantuan hibah dua ribu PJU solar cell.
Tagihan PJU setiap bulannya Kota Probolinggo mencapai Rp 1,2 milyar sehingga pada 2023 tagihan mencapai Rp 14,5 milyar.
”Alhamdulillah, tagihan PJU di kota sudah terbayar. Tidak ada tunggakan,” terang Kepala Dishub Kota Probolinggo, Agus Efendi, melalui Kabid Pengembangan Transportasi, Deddy Ariawan.
Tagihan pada 2023 tersebut tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Akan tetapi dengan adanya pembangunan yang pemanfaatannya menggunakan listrik yang dibebankan pada PJU seperti ikon-ikon yang baru saja jadi membuat tagihan bertambah pada tahun 2024.
”Tahun 2024, anggaran yang disiapkan untuk tagihan PJU sekitar 15,2 miliar. Lebih tinggi dibanding tahun kemarin. Karena ada tambahan penggunaan listrik, seperti ikon kota dan videotron yang dibebankan pada PJU,” ucapnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
