
PAUD Flying Star
JawaPos.com - Pasangan suami istri, Teddy Yulianto dan Crissinda Sutadisastra mendirikan PAUD Flying Star sebagai sarana dan fasilitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mendapatkan pendidikan yang layak.
Tidak seperti sekolah gratis pada umumnya yang memiliki berbagai keterbatasan. Flying Star memberikan memberikan fasilitas, bahkan bisa dikatakan lebih dari sekolah-sekolah pada umumnya.
Flying Star berlokasi di Jalan Manunggal Jaya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Crissinda menceritakan awal berdirinya sekolah tersebut.
"Saya balik ke Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan di Selandia Baru di tahun 2007. Saat itu saya dan suami (Teddy Yulianto) sepakat akan menggunakan rumah ini untuk kepentingan masyarakat," kata Crissinda saat ditemui di sekolah Flying Star, Selasa (2/10/2018).
Teddy dan Crissinda akhirnya memutuskan menggunakan rumah tersebut untuk fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. Ia melihat, masih banyak anak-anak di usia dini di Jakarta tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya.
Awalnya, kata Crissinda, Flying Star hanya menampung anak-anak dari keluarga tidak mampu dan tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis.
Rupanya dalam perkembangannya, kehadiran Flying Star direspon positif oleh warga sekitar. Mereka yang memiliki kemampuan secara financial ingin menitipkan anak-anaknya.
"Para orangtua itu bekerja dua-duanya. Mereka ingin menitipkan anak-anaknya dengan alasan selepas sekolah tetap ada yang membimbing. Apalagi lokasi kami dekat dengan rumah mereka," jelas Crissinda.
Tidak hanya mereka yang memiliki kemampuan financial saja. Para orangtua yang 'pas-pasan' juga dapat menitipkan anaknya. "Maksudnya begini. Suaminya kerja sebagai satpam, tapi istrinya ingin membantu perekonomian keluarga dengan bekerja, misalnya sebagai babby sitter. Dia menjaga anak orang, tapi anaknya tetap terjaga dengan baik di Flying Star," ujarnya.
Untuk mereka yang memiliki kemampuan secara financial, kata Crissinda, dikenai biaya penitipan. Ditegaskannya, uang tersebut akan digunakan untuk mensubsidi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
"Subsidi silang, ditambah lagi dari usaha catering. Saat ini ada sekitar 20 anak dari keluarga yang tidak mampu dibimbing di Flying Star," ucap Crissinda.
Teddy Yulianto mengatakan meski gratis, anak-anak tersebut mendapat pendidikan dan fasilitas yang terbaik. Dengan bangga Teddy menyebutkan anak-anak tersebut telah mahir berbahasa Inggris.
"Ketika sedang ada fi Flying Star, mereka komunikasinya menggunakan bahasa Inggris. Kenapa kami menerapkan seperti itu? Karena bahasa Inggris harus dipraktikkan dalam keseharian kita. Di rumah, mereka belum tentu berbicara dengan bahasa Inggris," jelas caleg DPRD DKI Dapil Jaksel dari PPP ini.
Tidak hanya diajarkan bahasa Inggris. Di Flying Star anak-anak tersebut juga difasilitasi dan digali bakatnya. Teddy menyebut di tempatnya ada fasilitas bermusik dan kolam renang untuk anak-anak tersebut.
Sedangkan untuk gurunya berjumlah 10 orang. Dia memastikan para pengajar tersebut dari kalangan profesional dan bersertifikat.
"Untuk guru musiknya kami melibatkan pemusik jalanan. Saya apresiasi terhadap kepedulian mereka dalam hal pendidikan ini," tutur dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
