Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Mei 2022 | 04.46 WIB

Kapolda Papua Sebut Enam Pendemo Luka Tembak Dalam Aksi Anarkis

Sekda Sarmi Elias Bakay jadi korban anarkis pendemo yang melakukan pemalangan menuntut ganti rugi Jembatan Tor Atas, Jumat (27/5). Antara - Image

Sekda Sarmi Elias Bakay jadi korban anarkis pendemo yang melakukan pemalangan menuntut ganti rugi Jembatan Tor Atas, Jumat (27/5). Antara

JawaPos.com–Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius Fakhiri menyatakan, unjuk rasa sekelompok warga di Jembatan Tor Atas berlangsung anarkis memaksa petugas Polres Sarmi menindak tegas mereka. Enam warga alami luka tembak.

Dari laporan yang diterima, Kapolda menjelaskan, pendemo yang bertindak anarkis itu awalnya menyerang Sekretaris Daerah (Sekda) Sarmi Elias Bakay hingga yang bersangkutan terluka di bagian kepala. Akibat aksi anarkis itu, petugas melepaskan tembakan peringatan ke pendemo yang menuntut ganti rugi pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas.

”Mereka terus menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan senjata tradisional, seperti panah, yang menyebabkan tiga anggota terluka,” jelas Irjen Pol Fakhiri seperti dilansir dari Antara di Jayapura, Jumat (27/5) malam.

Dia menjelaskan, enam orang pendemo yang mengalami luka tembak yakni Rio Weiraso, Tandius Saroni, Izak Anabe, Leo Weraso, Dedeus Sarone, dan Esra Mamawiso. Insiden yang terjadi Jumat (27/5) sekitar pukul 17.00 WIT.

Kejadian itu berawal saat anggota Polres Sarmi berupaya membubarkan aksi pemalangan jembatan yang dilakukan sekitar 100 warga masyarakat gabungan dari Tor Atas, Apawer, serta Mafen Tor, yang menuntut pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas. Pemalangan yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIT itu menyebabkan lalu lintas dari dan ke Sarmi tidak bisa dilintasi.

Sekitar pukul 17.00 WIT, Sekda Sarmi Elias Bakay bersama personel Polres Sarmi yang dipimpin Kabag Ops AKP Josua Abba mendatangi TKP serta mengadakan pertemuan dengan massa yang melakukan pemalangan. Tapi tidak menemui titik terang terkait dengan pembayaran.

”Karena tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut, massa kemudian menganiaya Sekda Sarmi, yang berupaya mengamankan diri tetapi tetap dikejar,” terang Mathius Fakhiri.

Fakhiri menambahkan, aksi massa sempat dihentikan petugas dengan memblokade jalan. Tapi aksi mereka makin anarkis dan menyerang anggota dengan menggunakan tombak dan panah.

”Menghadapi situasi tersebut, petugas mengeluarkan tembakan peringatan. Saat ini pendemo masih bertahan di Kampung Mafentor dan memblokade jalan,” ungkap Kapolda Irjen Pol Mathius Fakhiri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore