Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Mei 2022 | 16.56 WIB

5 Hektare Lahan di Kalteng Kebakaran, Waspadai Awal Musim Kemarau

Personel pemadam kebakaran saat mencoba mendekati titik api saat terjadi kebakaran lahan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. (Denar/Kalteng Pos/Prokal/JPG) - Image

Personel pemadam kebakaran saat mencoba mendekati titik api saat terjadi kebakaran lahan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. (Denar/Kalteng Pos/Prokal/JPG)

JawaPos.com - Kebakaran lahan seluas 5 hektare terjadi di Desa Sungai Cabag Barat, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Minggu (8/5) pukul 14.00 WIB. Kebakaran lahan jenis tanah mineral dan vegetasi semak itu telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara bersama pihak-pihak lainnya.

"Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun saat terjadi kebakaran wilayah Kabupaten Sukamara sudah beberapa hari tidak turun hujan. Beruntung tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan atas peristiwa itu," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada wartawan, Selasa (10/5).

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri telah mengeluarkan informasi peringatan dini terkait awal fase musim kemarau. Musim ini mulai melanda sebagian wilayah di tanah air pada bulan Mei.

"Dalam keterangan resmi BMKG, awal musim kemarau itu ditandai dengan adanya fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari, yang dipicu oleh posisi semu matahari yang berada di wilayah utara garis ekuator," imbuhnya.

Di sisi lain, BMKG menjelaskan, hal itu juga diikuti dengan adanya pertumbuhan awan dan fenomena hujan yang akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang akan cukup mendominasi. BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah agar meningkatkan kewaspadaan terkait adanya potensi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

"Beberapa upaya seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan waduk dan penampungan air, pemeliharaan konservasi lahan dan air serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menghemat air agar dilakukan sedini mungkin," pungkas Abdul.

Di samping itu, seluruh komponen di daerah harus bersama-sama untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan cara patroli rutin, mengawasi titik rawan kebakaran, segera melakukan pemadaman api ketika ditemukan titik api hingga benar-benar padam, membuat penampungan air, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak sengaja atau sembarangan membakar.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore