
Beberapa sudut bekas markasd PETA. (Frizal/Jawa Pos)
Kompleks yang dulu dijadikan markas tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Blitar masih berdiri hingga kini. Bahkan sempat digunakan untuk sekolah. Tapi, kini kompleks tersebut akan dijadikan sebagai museum.
---
Markas tentara Peta berada di Jalan Sudancho Supriyadi, Kota Blitar. Tujuh tokoh Peta diabadikan dalam monumen perjuangan yang tepat menghadap Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya, Kota Blitar. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang pemberontakan Peta terhadap Jepang di Blitar.
Bangunan itu cukup besar. Saking besarnya hingga bisa digunakan untuk empat sekolah sekaligus. Namun, kini seluruh bangunan dikosongkan untuk kemudian ditata menjadi museum. Sebuah tank dan meriam sudah ditempatkan di lokasi tersebut.
Markas Peta memang tak pernah dibiarkan benar-benar nganggur. Meski begitu, residu energi negatif masih sangat kuat. Banyak kejadian mistis. Salah satunya yang dialami Sekretaris Yayasan Peta Blitar Sadewo.
Masih teringat jelas di ingatannya. Waktu itu dia masih kelas 2 SMP dan sedang mengikuti kegiatan malam di sekolah. Suara sepatu tentara berbaris begitu jelas didengarnya saat dini hari. ’’Kalau dari suara, jumlahnya banyak,’’ ucapnya. Suara itu terdengar kurang lebih 2 menit.
Sadewo juga bercerita, penampakan seperti tentara Jepang juga sering muncul. Biasanya pada malam hari. ’’Masyarakat sekitar yang tahu betul hal mistis di sana,’’ terangnya. Residu energi tidak hanya berasal dari zaman Jepang, tapi juga era kolonial Belanda. Karena itu, di beberapa ruangan kerap muncul sosok orang Belanda. Salah satunya, noni berpakaian putih.
Demmy Alam, salah seorang warga sekitar, mengatakan, sosok mirip tentara Jepang yang sedang berbaris juga sering tampak. Orang sekitar sudah menganggapnya hal yang biasa. Terutama pada dini hari dan malam-malam tertentu. ’’Ya, semacam kayak apel begitu,’’ ujarnya.
Sosok perempuan cantik berbaju putih juga sering muncul. Dengan raut wajah tanpa ekspresi, sosok tersebut biasanya hanya berjalan sambil menunduk.
Sebuah sumur tua ada di dalam kompleks bekas markas Peta. Sumur tersebut konon ditunggu makhluk gaib berbadan besar semacam genderuwo. ’’Banyak yang bilang begitu,’’ kata Sutarji, tukang becak yang mangkal di area kompleks markas Peta.
Pria 50 tahun itu mengungkapkan, saat malam bulu kuduknya sering merinding. Terlebih saat mulai terdengar suara sepatu tentara yang seakan berbaris. ’’Prok-prok seperti jalan di tempat,’’ ungkapnya.
Beberapa orang, termasuk dirinya, melihat penampakan mirip tentara Jepang. Lengkap dengan senjata dan ornamen lainnya yang melekat.
Bekas markas Peta tidak hanya menyimpan cerita mistis, tapi juga kisah Supriyadi yang hilang misterius pasca pemberontakan Peta di Blitar. Supriyadi sempat dikabarkan berlari ke arah Gunung Kelud dengan pengawalnya. Kemudian, dia hilang begitu saja.
Sadewo menuturkan, cerita soal Supriyadi memang banyak versinya. Ada yang bilang moksa hingga ikut dieksekusi tentara Jepang. Hingga kini, menghilangnya Supriyadi masih menjadi misteri. Meski begitu, sosoknya menjadi panutan masyarakat. Khususnya keberaniannya memberontak tentara Jepang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
