Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Januari 2024 | 21.48 WIB

Baru Empat Orang Gunakan QRIS untuk Bayar Parkir di Kota Kediri, Jukir Bilang Tak Cocok

Ilustrasi petugas Dinas Perhubungan sosialisasi pembayaran retribusi parkir dengan fitur Qris. - Image

Ilustrasi petugas Dinas Perhubungan sosialisasi pembayaran retribusi parkir dengan fitur Qris.

JawaPos.com–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri mengalami kesulitan untuk cegah kebocoran pendapatan daerah dari retribusi parkir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan sistem pembayaran menggunakan QRIS.

Namun butuh usaha lebih keras agar pengguna jasa parkir mau membayar lewat Quick Response Indonesian Standar (QRIS). Pemberlakuan pembayaran menggunakan QRIS sudah berjalan dua minggu. Namun juru parkir mengaku baru melayani empat orang yang membayar dengan menggunakan sistem non tunai tersebut.

Rochim, salah seorang juru parkir mengatakan, masih belum ada yang menggunakan QRIS. ”Ya nggak ada yang nanya ini (barcode QRIS) apa,” kata Rochim dikutip dari Radar Kediri.

Rochim mengungkapkan, penggunaan QRIS di parkir pinggir jalan agak menyusahkan. Sebab, saat melakukan pemindaian membutuhkan waktu.

Menurut dia, akibat membutuhkan waktu saat menggunakan QRIS, membuat para jukir kehilangan momen untuk menarik parkir.

”Kalau di gedung mungkin tepat. Kalau di sini kan terus bergulir. Belum selesai pembayaran, orang yang parkir lainnya sudah pergi,” ucap Rochim.

Dia menambahkan, pembayaran menggunakan QRIS juga memiliki kelemahan. Yakni kartu barcode rawan luntur saat terkena hujan.

”Kartu tersebut bagian atasnya terbuka dan bisa menyebabkan air hujan bisa masuk,” terang Rochim.

Kekhawatiran terkena itu membuat para juru parkir memasukkan kartu QRIS ke saku mereka. ”Nanti kalau ada yang bayar pakai ini ya dikeluarkan,” imbuh Rochim.

Sementara itu, Suyanto, juru parkir lainnya mengungkapkan, sudah menawarkan untuk pembayaran menggunakan QRIS kepada masyarakat. Namun, banyak dari masyarakat memilih untuk membayar parkir secara tunai.

Nggak laku. Sejak awal sampai sekarang kalau saya ingat-ingat cuma ada empat orang,” ujar Suyanto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore