Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Oktober 2018 | 00.42 WIB

Pembakaran Bendera di Garut, Kapolres Malang: Jangan Mudah Dihasut!

Cangkrukan Tokoh Agama dan Ormas Kabupaten Malang di Mapolres Malang, Jumat (26/10). - Image

Cangkrukan Tokoh Agama dan Ormas Kabupaten Malang di Mapolres Malang, Jumat (26/10).

JawaPos.com- Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan pembakaran bendera Tauhid di Garut, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Ujung pada acara Cangkrukan Tokoh Agama dan Ormas Kabupaten Malang, Jumat (26/10). 


"Malang sudah sejuk, suasananya kondusif. Saya minta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan kejadian di Garut," ungkap Ujung 


Dia menjelaskan, hasil penyelidikan dan keterangan saksi dalam pelaksanaan Hari Santri di Garut, disepakati tidak boleh ada bendera selain merah putih yang dikibarkan. Tapi kemudian ada penyusup, masuk ke tengah barisan santri.


Penyusup ini kemudian mengeluarkan bendera HTI dan mengibarkannya. "Bendera lalu diamankan oknum Banser dan pengibarnya disuruh pulang," tambah perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.


Pengibar bendera HTI itu disuruh pulang agar tidak menimbulkan reaksi berlebihan dari peserta upacara Hari Santri. Kemudian secara spontan, oknum Banser mencegah bendera digunakan lagi dengan cara dibakar. "Secara hukum tak ada problem karena yang dibakar adalah bendera HTI, organisasi terlarang di Indonesia," bebernya.


Dia melanjutkan, pembakaran itu juga tidak direncanakan oleh Banser. Dia berharap warga Kabupaten Malang tidak terpengaruh dan terprovokasi kejadian di Garut. ”Kita harus bisa menahan diri, karena masyarakat di Malang ini sudah terkenal santun dan damai,” urainya. 


Ujung mengajak seluruh peserta yang hadir dalam cangkrukan Kamtibmas bisa menahan diri dan tidak mudah diprovokasi. "Ayo sama-sama urus dapur sendiri, jangan gampang dihasut isu dari media sosial yang belum tentu benar," pungkasnya. 


Setelah diskusi dan cangkrukan, acara diakhiri dengan deklarasi Pemilu 2019 aman dan damai. Dalam kegiatan itu, juga dihadiri oleh Plt Bupati Malang Sanusi, Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad dan ulama Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan elemen lainnya.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore