
Massa aksi bela tauhid di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat
JawaPos.com - Ribuan massa aksi bela tauhid memadati jalanan di depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/10). Aksi ini dilakukan pasca kejadian pembakaran bendera HTI di Alun-Alun Limbangan, Kabupaten Garut beberapa waktu lalu.
Adapun aksi tersebut merupakan menyerukan tujuh tuntutan atas kejadian yang telah melukai hati umat Islam. Koordinator Lapangan Gema Keadilan, Asep Ruswan Efendi mengatakan seluruh umat muslim menyampaikan keprihatinan terhadap kejadian pembakaran bendera tauhid.
Maka digelarlah aksi bela tauhid untuk menuntut dan memperjuangkan kalimat tauhid dan penegasan bendera hitam berlafad tauhid merupakan Panji Rasulullah SAW bukan milik organisasi tertentu atau identik dengan Hizbut Tahrir Indonesi (HTI).
"Tetapi ini aksi merupakan aksi damai yang jauh dari anarkis. Meskipun kita tersinggung dengan adanya pembakaran bendera tauhid," kata Asep di sela-sela kegiatan aksi bela Tauhid di depan Gedung Sate Bandung, Jumat (26/10).
Adapun tujuh tuntutan tersebut diantaranya:
1. Kami adalah Warga Muslim Jawa Barat yang memegang teguh Al Qur'an dan As Sunnah sesuai tuntunan dan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dan petunjuk hidup.
2. Kami adalah Warga Muslim Jawa Barat yang mengakui sekaligus mencintai NKRI yang berdasarkan Pancasila serta UUD 45.
3. Kami mengecam keras tindakan pembakaran Bendera bertuliskan Kalimat Tauhid yang telah dilakukan oknum Banser dan menuntut agar pelaku tindakan tersebut dapat diproses hukum secara Adil.
4. Kami mendukung penuh pernyataan MUI yang telah meminta kepada pihak pelaku pembakaran untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam, dan kami juga menuntut agar Pimpinan Pusat Ansor serta Banser bertanggung jawab serta benarbenar mampu membina, mengarahkan juga mengendalikan seluruh anggotanya agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.
5. Kami warga Muslim Jawa Barat menyatakan Bendera Tauhid adalah merupakan milik seluruh umat Islam dan bukan milik salah satu organisasi manapun.
6. Kami meminta ketegasan sikap pemerintah serta aparat keamanan untuk melindungi simboI umat Islam sekaligus memberikan jaminan bahwa Bendera Tauhid dengan bertuliskan kalimat Laa Ilaa Ha illallah Muhammadar Rasulullah tidak selalu disangkut pautkan dengan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia.
7. Kami menghimbau seluruh masyarakat agar selalu menjaga kondusifutas serta menjunjung tinggi aturan Hukum yang berlaku.
Sebagaimana diketahui aksi ini diikuti ribuan masyarakat dari berbagai organisasi masyarakat. Pantauan JawaPos.com seluruh peserta aksi membawa Panji Rasulullah atau Ar-Rayah dan Al-Liwa. Tak sedikit topi dan ikat kepala bertulis kalimat tauhid pun menghiasi aksi damai tersebut. Titik aksi pun dimulai dari Masjid Pusdai Jabar dan berkumpul menyerukan tuntutan di depan Gedung Sate Bandung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
