Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2024 | 16.10 WIB

Meski Belum Rampung, Proyek Tembok Penahan Tanah di Sumenep Ini Sudah Dirasakan Manfaatnya oleh Warga

Pekerja melakukan finishing proyek pembangunan TPT di Dusun Pocang, Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Kamis (4/1)./RadarMadura.id - Image

Pekerja melakukan finishing proyek pembangunan TPT di Dusun Pocang, Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Kamis (4/1)./RadarMadura.id

JawaPos.com – Meski belum rampung benar, proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Pocang, Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Proyek itu kini terlihat rapi dan tertata. Sejumlah material bangunan seperti pasir, batu, dan lainnya sudah diletakkan di tempat khusus. Sehingga, tidak mengganggu kendaraan yang melintas.

Dilansir RadarMadura.id (JawaPos Grup), Kepala Desa Cangkreng Halili mengatakan bahwa, pengerjaan proyek tersebut saat ini sudah hampir akan selesai.

”Pengerjaannya sudah hampir selesai. Tinggal finishing saja,” katanya, seperti yang dikutip RadarMadura.id (JawaPos Grup), pada Sabtu (7/1).

Sehingga, sejumlah material proyek sudah diletakkan di tempat khusus. Menurutnya, hal ini dilakukan supaya tidak mengganggu aktivitas warga yang melintas.

”Untuk materialnya sekarang ini sudah ditempatkan di tempat khusus. Sehingga, warga sudah bisa melintas dengan nyaman,” tambah Halili, seperti yang dikutip RadarMadura.id (JawaPos Grup), pada Sabtu (7/1).

Berbeda dengan kondisi proyek sebelumnya, dimana, para pengendara harus ekstra berhati-hati saat hendak melintas, karena letak jalan yang berada diantara pesawahan.

Menurutnya, proyek tersebut dibangun untuk kepentingan masyarakat, sehingga harus mengutamakan kenyamanan masyarakat sekitar, khususnya yang sering melintasi proyek tersebut.

Proyek TPT itu juga dibangun untuk mempermudah akses warga yang akan melintasi jalan di Dusun Pocang.

Proyek TPT ini dibangun untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, proyek yang merupakan bantuan keuangan (BK) dari kabupaten untuk desa itu, menghabiskan dana hampir Rp 200 miliar yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2023.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore