Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Februari 2022 | 13.16 WIB

IDI Makassar Minta Siswa Kembali Belajar Daring Sementara Waktu

Siswa saat mengikuti kegiatan belajar sacara tatap muka dengan kapasitas 50 persen  di Sekolah Dasar Negeri 014 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2022). Presiden Jokowi meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi, terutama di 3 pro - Image

Siswa saat mengikuti kegiatan belajar sacara tatap muka dengan kapasitas 50 persen di Sekolah Dasar Negeri 014 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2022). Presiden Jokowi meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi, terutama di 3 pro

JawaPos.com–Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar minta pemerintah kota agar penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) sementara dihentikan. PTM selama hampir dua bulan dilaksanakan, sementara waktu dikembalikan ke sistem dalam jaringan (daring/online).

Ketua IDI Kota Makassar Siswanto Wahab mengatakan, alasan siswa harus kembali belajar daring karena tingginya angka kasus harian yang terjadi selama sepekan terakhir.

”Angka kasus Covid-19 di Makassar setiap hari makin tinggi sehingga sangat penting agar dikeluarkan kebijakan untuk melindungi anak-anak kita,” ujar Siswanto Wahab seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Dokter Siswanto mengatakan, ada tiga poin penting untuk perhatikan masa depan anak. Yakni hak anak hidup, hak anak sehat, dan hak anak mendapatkan Pendidikan.

Menurut dia, seluruh warga sekolah termasuk guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19 untuk sementara dibatasi interaksinya.

”Anak-anak adalah masa depan kita. Mereka generasi penerus bangsa dan kita wajib melindungi mereka. Seiring meningkatnya kasus harian, interaksi warga sekolah harus dibatasi juga, apalagi PPKM di Makassar naik ke level 3,” kata Siswanto Wahab.

Humas IDI Makassar dokter Wachyudi Muchsin menambahkan, panduan dari WHO, publikasi ilmiah, publikasi di media massa, dan data Covid-19 di Indonesia pada saat ini menjadi alasan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring jauh lebih aman.

”Melihat meningkatnya kembali kasus Covid-19 saat ini dengan varian baru Omicron perlu pembelajaran melalui sistem jarak jauh alias online dijalankan untuk amannya,” terang Wachyudi Muchsin.

Yudi, sapaan akrab dokter Wachyudi Muchsin juga meminta dinas pendidikan melakukan evaluasi. Apakah protokol kesehatan PTM sudah efektif diterapkan atau belum.

Penerapan prokes PTM, menurut dia, harus dimulai dari pendidikan disiplin hidup bersih sehat dari rumah hingga ke sekolah. Termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi.

”Orang tua juga harus memperhatikan kebutuhan anak termasuk mendorong vaksin di seluruh tingkatan umur,” ucap Wachyudi Muchsin.

Selain itu, dia menambahkan, perlu diajarkan juga pada anak dan guru untuk mengenali dan mengetahui gejala awal sakit dan melapor pada guru apabila diri sendiri atau teman ada yang mengalami gejala sakit. Selama pandemi Covid-19 anak masih sangat memerlukan pendampingan orang tua saat sekolah mengingat risiko sakit parah apabila tertular.

”Sebaiknya anak belajar dari rumah melihat saat ini kasus meningkat dengan varian baru Omicron,” papar Wachyudi Muchsin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore