
Panorama Jalur Lintas selatan (JLS) dari atas./(Luqman Hakim/Radar Talungagung)
JawaPos.com – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung dan Tol Tulungagung-Kediri digadang-gadang bakal memberikan pengaruh besar untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) setempat.
Hal ini membuat pelaku UMKM Tulungagung harus segera menyiapkan diri untuk perubahan yang besar.
Pasalnya, peningkatan wisatawan lokal maupun mancanegara diprediksi akan terjadi setelah Bandara Dhoho Kediri beroperasi.
Sehingga, wisatawan akan dengan mudah mendapatkan akses juga untuk ke Tulungagung.
Dilansir Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Pengamat Ekonomi Deny Yudiantoro menyatakan bahwa, setidaknya UMKM Tulungagung harus melakukan 4 hal untuk mempersiapkan diri terhadap perubahan besar yang bisa menguntungkan itu.
Pertama, Deny Yudiantoro menuturkan bahwa pelaku UMKM Tulungagung harus adaptif. Apa yang ada atau apa yang akan ada di Tulungagung, pelaku UMKM harus cepat belajar, beradaptasi serta tidak apatis terhadap perkembangan teknologi.
Kedua, pelaku UMKM Tulungagung juga harus responsif. Ketika ada peluang, UMKM harus dengan cepat merespon.
Deny Yudiantoro menyebut, hal itu bertujuan agar peluang tersebut tidak ditangkap dan di adopsi oleh masyarakat luar Tulungagung.
Yang ketiga, inovatif. “Jadi ketika kita punya produk kita punya barang, kita punya makanan dan minuman, harus berinovasi sebaik mungkin sehingga pertumbuhan produk atau barang kita menjadi lebih bagus”. Ucap Deny Yudiantoro, Radar Tulungagung (JawaPos Grup).
Lalu yang keempat, yang paling penting menurutnya adalah kolaboratif. “Nah, jadi kolaborasi antara UMKM satu dengan UMKM lain, antara UMKM dengan pemerintah, dan antara UMKM dengan akademisi harus terus terjalin dengan bagus."
Tujuannya, agar UMKM Tulungagung bisa siap menghadapi pertumbuhan yang luar biasa dengan adanya Proyek Strategis Nasional, Jalur Lintas Selatan dan Jalan Tol Tulungagung-Kediri ini.
Di sisi lain, Deny Yudiantoro juga menuturkan bahwa, alangkah lebih baik jika masyarakat tidak hanya melakukan penjualan secara konvensional, tetapi juga harus menyesuaikan dengan keadaan digitalisasi yang terjadi saat ini.
"Karena sekarang yang namanya jualan produk tidak hanya secara konvensional, meskipun nanti terdapat jalur lintas selatan jalan tol kita juga harus memberikan akses digital,” pungasnya.
Masih sedikitnya pelaku UMKM Tulungagung yang melek digitalisasi itu kemudian akan menjadi sasaran para akademisi.
“Untuk saat ini banyak akademisi terjun di lapangan. Mereka mengedukasi masyarakat terkait dengan teknologi dan digitalisasi."

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
