
M Feri Luhur Febrianto, korban selamat asal Kepatihan, Kaliwates Jember. Dia menceritakan seputar tragedi yang dialami.
JawaPos.com - Petaka yang terjadi di Pantai Payangan kemarin, ada korban yang berjibaku menyelamatkan dirinya dan membantu korban lainnya. Berkat aksi heroiknya itu, tiga orang terselamatkan dengan bantuan tangan, dan satu orang dengan bantuan kakinya.
Mengenakan kaos hitam pendek berlambangkan Garuda dan dengan lengan kiri yang masih tertancap jarum infus, Feri sesekali merintih sambil memegangi bagian perutnya karena menahan sakit. Dia termasuk salah satu korban selamat dari gulungan ombak di Pantai Payangan. Dia mengaku sempat terseret gulungan ombak dan tubuhnya menghantam pasir dan karang di sekitar Gunung Samboja, Pantai Payangan.
Wajahnya muram dan lemas terlihat jelas pada raut pemuda bernama lengkap M Feri Luhur Febrianto, warga Jalan Ahmad yani Gg Veteran, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates ini. Dia menjadi salah satu korban selamat saat mengikuti ritual yang menewaskan 11 orang dini hari kemarin. “Beruntung, saya bisa selamat,” aku pemuda 20 tahun ini saat Radar Jember.
Suasana ruang IGD Puskesmas Ambulu saat itu masih diselimuti duka. Feri juga dirawat di sana. Dia juga tidak henti-hentinya memandangi korban lainnya yang saat itu juga mendapat perawatan. Dia terlihat seperti tidak percaya meratapi petaka yang baru saja dialaminya.
Feri menceritakan, bagaimana kejadian itu bisa menimpa dirinya dan teman-temannya. Ketika dia berada di bibir pantai, semua orang tidak menyadari bahwa saat itu akan ada ombak besar. Termasuk Feri. “Karena semua fokus menenangkan diri, termasuk saya,” akunya.
Namun beberapa saat setelah itu, dia dan teman-temannya seketika dihantam ombak besar, Feri mengaku masih sempat mengelak, melawan arus ombak. Namun kuatnya arus ombak itu membuat perlawanannya buyar, Feri pun ikut digulung ombak. “Saya dilemparkan ombak, sampai menghantam pasir dan batu-batu karang,” kata Feri, sambil menunjukkan luka di bagian hidung dan lengannya yang lecet-lecet.
Beruntungnya Feri mengaku bisa berenang. Saat dia mencoba melawan arus dengan berenang itu, tanpa sengaja anggota lainnya yang juga digulung ombak, berada di satu arus dengan Feri. Sehingga dia dan ketiga orang lainnya disapu ombak, terpelanting kesana-kemari secara bersamaan. “Saya tarik tiga orang anggota itu, tiga sekaligus bisa saya pegangi hingga berhasil ke tepi pantai,” aku Feri. “Saat hendak ke tepian pantai, ada satu orang yang juga memegang kaki saya, jadi dia juga selamat,” katanya, melanjutkan.
Feri mengaku tidak mengetahui persis siapa tiga orang yang diselamatkannya itu. Namun untuk korban yang memegangi kaki Feri, dia meyakini itu adalah Bintang. “Dia memegang kaki saya yang luka kena batu karang,” sambung Feri meyakinkan sambil menunjukkan bekas luka lecet di kakinya.
Di sela-sela ceritanya itu, Feri memanggil anggota keluarganya yang saat itu berada di luar ruangan IGD Puskesmas. Dia meminta makanan karena mengaku perutnya sakit atau sekedar mengganjal rasa laparnya. Saudaranya yang mendengar permintaan Feri, memberikan makanan. Dengan posisi sambil berbaring, Feri memasukkan makanan itu, meskipun hanya berupa seiris roti saja.
Feri mengaku memang sengaja mengikuti ritual itu. Tujuannya sepintas terlihat sederhana. “Saya ingin menenangkan diri saja, sebelumnya, tubuh saya ini gemuk tetapi setelah ikut ritual, tubuh saya jadi kurus. Saya memang niat untuk menguruskan badan,” aku Feri.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
