Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Oktober 2018 | 12.30 WIB

Santri Ponpes di Ogan Ilir Tewas Diduga Dianiaya

SANTRI PONPES: Korban saat dibawa pulang dari RS Bhayangkara Palembang, Selasa (23/10) malam. - Image

SANTRI PONPES: Korban saat dibawa pulang dari RS Bhayangkara Palembang, Selasa (23/10) malam.

JawaPos.com - Finanda Juni Harta, 14, salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir (OI) diduga tewas dianiaya. Hal ini diketahui berdasarkan hasil visum luar dan dalam di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (23/12) malam.


Ditemui di RS Bhayangkara, Paman korban, Senen, 36, mengatakan tidak mengetahui secara terperinci kejadian ini. Namun, ia mengaku awalnya pihak pondok pesantren menghubungi salah satu keluarga dan mengatakan bahwa korban sakit keras di asrama.


Kemudian, pihak keluarga langsung menghubungi orangtua korban. Saat akan dijemput ternyata korban sudah meninggal dunia. "Korban kemudian langsung dibawa pulang ke Desa Muara Kunjung Kecamatan Babat Toman, Sekayu, Sumsel untuk dimakamkan," katanya saat ditemui, Selasa (23/10) malam.


Saat akan dimandikan, ternyata ada kejanggalan seperti bekas luka lebam di bagian punggung, lengan, dan di kepalanya. Pihak keluarga pun langsung meminta kejelasan dari pihak Ponpes. Namun, pihak Ponpes bersikeras jika korban Finanda meninggal dunia dikarenakan sakit.


Melihat kondisi tak wajar tersebut akhirnya pihak keluarga langsung ke Polda Sumsel untuk meminta izin dilakukan otopsi untuk melihat kejelasan penyebab kematian korban. "Kami hanya ingin memastikan kondisi kematian korban," tutupnya.


Sementara itu, Paman Korban, Taufik, 45, menambahkan, dari hasil otopsi memang benar jika ada sejumlah luka lebam akibat kekerasan dan yang paling berbahaya yakni di bagian kepala. "Rencananya besok (Rabu,red) kami akan melaporkan kejadian ini ke Polda Sumsel," singkatnya.


Terpisah, Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, dr Indra Nasution membenarkan adanya luka di beberapa bagian tubuh korban seperti di tangan kanan, kepala dan beberapa bagian lainnya.


Dari hasil pemeriksaan luka tersebut baru sekitar satu hari, dan paling vital yakni berada di kepala korban. "Dari hasil visum, kesimpulannya ada dugaan kekerasan dengan menggunakan benda tumpul," singkatnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore