
SANTRI PONPES: Korban saat dibawa pulang dari RS Bhayangkara Palembang, Selasa (23/10) malam.
JawaPos.com - Finanda Juni Harta, 14, salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir (OI) diduga tewas dianiaya. Hal ini diketahui berdasarkan hasil visum luar dan dalam di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (23/12) malam.
Ditemui di RS Bhayangkara, Paman korban, Senen, 36, mengatakan tidak mengetahui secara terperinci kejadian ini. Namun, ia mengaku awalnya pihak pondok pesantren menghubungi salah satu keluarga dan mengatakan bahwa korban sakit keras di asrama.
Kemudian, pihak keluarga langsung menghubungi orangtua korban. Saat akan dijemput ternyata korban sudah meninggal dunia. "Korban kemudian langsung dibawa pulang ke Desa Muara Kunjung Kecamatan Babat Toman, Sekayu, Sumsel untuk dimakamkan," katanya saat ditemui, Selasa (23/10) malam.
Saat akan dimandikan, ternyata ada kejanggalan seperti bekas luka lebam di bagian punggung, lengan, dan di kepalanya. Pihak keluarga pun langsung meminta kejelasan dari pihak Ponpes. Namun, pihak Ponpes bersikeras jika korban Finanda meninggal dunia dikarenakan sakit.
Melihat kondisi tak wajar tersebut akhirnya pihak keluarga langsung ke Polda Sumsel untuk meminta izin dilakukan otopsi untuk melihat kejelasan penyebab kematian korban. "Kami hanya ingin memastikan kondisi kematian korban," tutupnya.
Sementara itu, Paman Korban, Taufik, 45, menambahkan, dari hasil otopsi memang benar jika ada sejumlah luka lebam akibat kekerasan dan yang paling berbahaya yakni di bagian kepala. "Rencananya besok (Rabu,red) kami akan melaporkan kejadian ini ke Polda Sumsel," singkatnya.
Terpisah, Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, dr Indra Nasution membenarkan adanya luka di beberapa bagian tubuh korban seperti di tangan kanan, kepala dan beberapa bagian lainnya.
Dari hasil pemeriksaan luka tersebut baru sekitar satu hari, dan paling vital yakni berada di kepala korban. "Dari hasil visum, kesimpulannya ada dugaan kekerasan dengan menggunakan benda tumpul," singkatnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
