
TKP pembunuhan disertai mutilasi di Jalan Serayu, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (31/12).
JawaPos.com–Polresta Malang Kota melakukan olah TKP pembunuhan dan mutilasi di kediaman Ni Made Sutarini dan James Lodewiyk Tomatala di Jalan Serayu Selatan Nomor 6, RT 4, RW 2, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan, motif JM atau James Lodewiyk Tomatala memutilasi Made Sutarini karena permasalahan rumah tangga. ”Kami masih akan mendalami waktu pembunuhan terjadi dengan meminta keterangan tersangka,” kata Danang.
Rencananya, polisi akan meminta izin kepada keluarga korban untuk otopsi. Selain itu, Danang menambahkan, pihaknya juga berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan untuk JM.
Sebelumnya, warga Serayu Blimbing, Kota Malang, geger pada Minggu (31/12). Hal itu berawal dari unggahan akun X @joshuanade tentang kabar tetangganya yang menjadi korban mutilasi di Serayu, Malang, Jawa Timur.
Dalam akun X milik Joshuanade itu disampaikan, korban mutilasi tersebut bernama Made Sutarini. Perempuan berusia 55 tahun itu diduga dibunuh oleh pasangannya sendiri, Jimmy.
Joshuanade menyampaikan, sebelum ditemukan, para tetangga termasuk dirinya, mendengar ada keributan dari kediaman Made. Keributan terjadi pada 30 Desember 2023 sekitar pukul 09.00.
Mendengar keributan itu, warga dan RW setempat melapor ke Babinsa. Disampaikan Babinsa, akan menunggu perkembangan setelah keributan.
”Keributan berhenti setelah terdengar suara brak,” tulis Joshuanade.
Pada Minggu (31/12), paman dari Joshuanade diminta tolong oleh Jimmy untuk mengangkat lemari. Berawal dari permintaan tolong itu, potongan tubuh Made terlihat.
”Kondisi rumah Bu Made terlihat berantakan. Dan, salah satu potongan tubuh sudah berserakan. Pak De langsung lari, kebetulan pintu rumah Bu Made tidak dikunci, lalu Pak De diteriaki Pak Jimmy,” terang Joshuanade dalam akun X miliknya.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto membenarkan insiden tersebut. Namun, Budher, sapaan akrab Budi Hermanto menyampaikan, pihaknya membutuhkan waktu untuk pendalaman lebih lanjut.
”Kami masih dalami lebih lanjut. Masih ada pemeriksaan dengan tetangga terus ke keluarga,” ujar Budi Hermanto alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 itu.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
