Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 15.57 WIB

Dinkes Kepri Minta Warga Tak Berlibur Ke Negeri Jiran Cegah Covid-19

Ilustrasi Covid-19. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi Covid-19. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan ke Malaysia dan Singapura selama libur Natal dan Tahun Baru 2024. Itu untuk mencegah penularan Covid-19 yang tengah melonjak di negeri jiran tersebut.

Kedua negeri jiran itu diketahui memang menjadi salah satu tujuan liburan warga Kepri saat libur panjang. Demikian pula sebaliknya, warga Singapura dan Malaysia menjadi penyumbang kunjungan wisman terbesar ke Kepri. Sebab, secara geografis jaraknya cukup dekat satu sama lain.

”Sebaiknya warga menahan diri dulu untuk tidak berlibur ke negara tetangga, Malaysia dan Singapura,” kata Kepala Dinkes Kepri Mochammad Bisri seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang.

Bisri mencontohkan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Malaysia. Namun, setelah pulang ke tanah air langsung menjalani vaksin booster dan isolasi karena menunjukkan gejala Covid-19.

Oleh karena itu, menurut dia, mendatangi negara yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19, sama halnya dengan memasuki sarang penyakit. Warga disarankan cukup berlibur di daerah pada akhir tahun ini. Sebab, potensi wisata di Kepri tidak kalah bagus dengan Singapura maupun Malaysia.

”Kita punya objek wisata menarik di Bintan, Batam, serta Tanjungpinang,” ungkap Mochammad Bisri.

Lebih lanjut Bisri menyampaikan di Kepri saat ini, belum ditemukan adanya kasus Covid-19 yang baru, kendati di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini sudah terjadi lonjakan kasus Covid-19. Masyarakat tidak perlu panik terhadap kasus Covid-19 sub varian dari Omicron (EG 5) yang sedang berkembang, tetapi tetap perlu waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, tidak bepergian jika mengalami gejala Covid-19, serta melakukan vaksinasi lengkap bagi yang belum divaksin.

”Sub Covid-19 varian baru itu pun tidak terlalu berbahaya, namun kita tetap tak boleh lengah, terapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Mochammad Bisri.

Dia menambahkan, pemerintah daerah telah mengantisipasi terhadap kenaikan kasus Covid-19, dengan menyiapkan fasilitas dan ruang pelayanan pasien Covid-19 di rumah sakit hingga puskesmas milik daerah setempat.

Berdasar data Kementerian Kesehatan hingga 18 Desember, kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia bertambah 234 orang. Sehingga total kasus aktif saat ini mencapai 2.204 orang. Sebanyak 116 orang dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore