
Ikrar kesetiaan NKRI mencium bendera Merah Putih dilakukan 25 anggota KKB wilayah Ambaidiru, Kabupaten Yapen Kepulauan, Papua. Pendam XVII/Antara
JawaPos.com–Ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua makin meresahkan. Mereka tidak hanya bersikap resistan terhadap negara, tetapi juga menebar teror yang mengancam keselamatan masyarakat sipil dan bahkan berani melawan aparat.
Biasanya KKB meningkatkan teror menjelang Sidang Umum PBB dan ulang tahun OPM pada 1 Desember. Beruntung teror KKB menurun bahkan nyaris tak terdengar selama penyelenggaraan PON XX Papua pada Oktober.
Sepanjang 2021 sebanyak 44 orang dilaporkan meninggal akibat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di beberapa lokasi di Papua.
”Memang benar dari 92 kasus penembakan yang terjadi, 44 orang meninggal. Sebanyak 15 orang di antaranya anggota TNI-Polri,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri seperti dilansir dari Antara di Jayapura, Kamis (23/12).
Dari data yang ada terungkap selama periode itu tercatat 18 warga sipil meninggal dan 11 orang KKB dilaporkan tewas.
Dia mengakui kasus penembakan yang melibatkan KKB mengalami kenaikan dibanding 2020 yang tercatat 49 kasus atau naik 87,75 persen. Pada 2021 terjadi 92 kasus penembakan.
Kasus-kasus yang melibatkan KKB itu terjadi di tujuh polres. Yakni Polres Mimika, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga, dan Polres Keerom.
Ke depan, kata Kapolda, anggota diperintahkan untuk tidak melakukan pengejaran dengan berbagai alasan. ”Kalau anggota melakukan pengejaran, kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa dan senjata sehingga memperkuat persenjataan mereka (KKB),” jelas Fakhiri.
Kapolda Papua berharap ke depan aksi penembakan yang dilakukan KKB berkurang bahkan tidak lagi terjadi hingga Papua benar-benar menjadi damai. Apalagi nantinya polisi yang ditugaskan di wilayah itu adalah anak-anak asli setempat sehingga dapat membuat wilayah itu aman dari gangguan KKB.
”Saat ini ada 1.999 anggota Polri program bintara noken yang dibiayai dana otonomi khusus. Merekalah yang akan dikembalikan ke daerah pengirim,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan akan berupaya menyelesaikan masalah Papua dengan cara yang lebih humanis. Hal itu disampaikan Andika saat ditanya Fraksi Partai Nasdem di Komisi I DPR terkait penanganan konflik di Papua. Andika mengatakan akan lebih mengedepankan pendekatan humanis dibanding militer.
”Jenderal Andika akan mencoba penyelesaian Papua itu sehumanis tidak lagi dengan pendekatan militer,” kata Anggota Komisi I DPR Hasbi Ansory kepada wartawan, Senin (7/11).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meminta, prajurit TNI yang bertugas di Papua menyayangi masyarakat setempat. Selain itu, tentara juga jangan sampai menyakiti hati warga.
”Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh. Kalian harus sayang masyarakat. Kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua. Kamu harus baik pada masyarakat Papua, jangan menyakiti hati mereka,” tegas KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad, di Timika, Papua, Selasa (23/11).
Mantan Pangdam Jaya itu menyebut kedatangannya ke Papua untuk mendengarkan masukan dari prajurit. Selain itu mencari solusi atas mengatasi kesulitan yang dihadapi angggota dalam melaksanakan tugas operasi di Papua.
”Satgas tidak harus memerangi KKB. Mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus. Karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata. Namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI,” papar Dudung yang juga mantan Pangkostrad itu.
Sedangkan Mabes Polri mengatakan tengah menyusun pola terbaik dalam menangani masalah di Papua. Sinergitas dengan TNI akan tetap berlanjut untuk menciptakan situasi yang kondusif.
”Kita akan koordinasi lanjut nanti dengan TNI untuk susun pola yang terbaik selesaikan Papua,” kata Asops Kapolri Irjen Pol Imam Sugianto saat dikonfirmasi, Rabu (10/11).
Imam mengatakan, Satgas Nemangkawi masih memiliki masa kerja di Papua sampai Desember. Sejauh ini, satgas masih bekerja sesuai standar operasi awal hingga masa tugasnya berakhir. Pola operasi baru akan ditentukan pada awal Januari 2022 saat masa operasi satgas diperpanjang. ”Tentunya dengan pola yang akan kita rumuskan Desember bersama TNI,” imbuh Imam.
Kabar baiknya, TNI/Polri bersama warga Kabupaten Yapen Kepulauan merangkul dan menyadarkan 25 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi kembalinya 25 anggota KKB bersatu dengan NKRI dari wilayah Kampung Ambaidiru Distrik Kosiwo, Kabupaten Yapen, Papua, berlangsung khidmat dengan mengucapkan ikrar kesetiaan dan mencium bendera Merah Putih.
Penyerahan diri 25 anggota KKB wilayah Ambaidiru didampingi tokoh adat Kampung Ambaidiru Simon Rawai serta Kepala Kampung Ambaidiru Yohan Karubaba.
Kapolres Yapen AKBP Ferdiyan Indra Fahmi mengatakan, atas nama pribadi dan seluruh personel Polres Kepulauan Yapen, Kodim 1709/Yawa, dan Pemkab Yapen menyambut baik upaya nyata dari semua pihak untuk menyatakan kesetiaan kembali bersama membangun daerah. Sebab, semua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kapolres menegaskan, tidak ada lagi perjuangan-perjuangan yang sifatnya mengangkat senjata mengatasnamakan Papua Merdeka. Apalagi sampai membahayakan keselamatan saudara sendiri termasuk aparat keamanan.
”Kami hadir bukan sebagai musuh, melainkan bersama-sama berdampingan dengan seluruh masyarakat untuk memajukan Kabupaten Kepulauan Yapen, secara umum Papua, dan secara luas Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kapolres Ferdiyan.
Kapolres AKBP Ferdiyan berkomitmen untuk membina dan mendampingi terus serta akan memberikan wawasan tentang NKRI secara berkesinambungan.
”Kami punya komitmen yang tinggi untuk membantu seluruh masyarakat di Kampung Ambaidiru serta akan mendapat atensi atau prioritas. Inilah langkah positif kami sebagai aparat keamanan di wilayah ini,” ucap AKBP Ferdiyan.
Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Catur Prasetiyo Nugroho mengatakan, keberadaan TNI dan Polri bukan untuk menakut-nakuti. Tapi semua ingin memajukan pembangunan di wilayah Kabupaten Kepupulauan Yapen. ”Sesuai dengan petunjuk Panglima TNI, kita semua perlu menyadarkan saudara-saudara bahwa kita ini masih dalam naungan NKRI,” kata Dandim Catur Prasetiyo Nugroho.
Kodim 1709/Yawa dan Polres Kepulauan Yapen siap menerima dan membuka pintu untuk bergabung dalam NKRI. Dandim juga sudah berkomitmen dan akan turun langsung ke Kampung Ambaidiru memberikan edukasi wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada seluruh warga.
Salah satu mantan KKB Kampung Ambaidiru, J. Karubaba menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah bersedia menerima kembali kelompoknya ke NKRI. ”Kami mau kembali dan bersatu ke NKRI. Terima kasih atas kepedulian yang diberikan dan menyambut kami dengan baik serta memberikan kami lapangan pekerjaan yang layak,” tutur J. Karubaba.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
