
Dari kiri, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Mendikbud Nadiem Makarim, Rektor ITS M. Ashari (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com–Sebanyak 30 persen lulusan SMA/SMK melanjutkan ke perguruan tinggi, 70 persen sisanya tidak.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berharap 30 persen lulusan sekolah itu bisa menjadi job creator. ”Bukan malah menjadi beban,” tutur Emil ketika hadir pada acara pertemuan rektor di Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Kamis (21/10).
Untuk itu, lanjut Emil, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka atau MBKM sebagai terobosan untuk mengubah paradigma lama yang berkembang di masyarakat. Sebab, banyak program yang diinisiasi mahasiswa dan universitas.
”Konsep program Kampus Merdeka Belajar adalah mahasiswa harus berani keluar pagar kampus, untuk mencari dan menerapkan ilmunya, sehingga bisa lebih matang,” jelas Emil.
Dari catatan Emil, di Jatim banyak ekosistem pembelajaran luar kampus yang bisa disediakan Pemprov Jatim. Karena itu, mantan Bupati Trenggalek itu ingin program-program di Jatim bisa berseiring dengan program dari Kemendikbud.
”Misalnya program seperti Belanova (Belanja Inovasi) bisa berseiring dengan program kita. Melalui program tersebut, Kemendikbud akan menyuntikkan dana untuk riset terapan produk-produk yang sudah siap,” papar Emil.
Salah satu program universitas di Jatim yang telah berlangsung adalah pembuatan ventilator karya kolaborasi Universitas Airlangga dan ITS. Ke depan, Pemprov Jatim akan membantu universitas untuk menemukan keunggulannya masing-masing.
”Nantinya kampus di Jatim memiliki keunggulan masing-masing. Unesa dengan sport science, ITS dengan AI, UPN di bidang teknologi. Di semua lini kita punya keberpihakan kepada inovasi daerah,” tutur Emil.
Sementara itu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menegaskan, Kemendikbud siap untuk membiayai program universitas. ”Kami siap memberi dana program,” tegas Nadiem.
Nadiem mengapresiasi berbagai program yang telah dilakukan PTN dan PTS di Indonesia. Dia meminta perguruan tinggi untuk berani berubah. ”Mahasiswa harus berani untuk turun ke lapangan. 2 semester belajar di luar prodi, 3 semester di luar kampus,” ucap Nadiem.
Berdasar data Nadiem, Jatim memiliki partisipasi mahasiswa terbesar dalam program MBKM. Program-program MBKM yang dilakukan perguruan tinggi di Jatim mayoritas di bidang inovasi dan research.
”Saya lihat data Jatim, partisipasi mahasiswa besar. Saya ingin lihat Jatim jadi pionir dalam menciptakan program. Jangan nunggu pemerintah. Harus buat program,” ujar Nadiem.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
