
Pendaki selamat dari tragedi Erupsi Gunung Marapi.
JawaPos.com – Erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12) menjadi hari yang tak terlupakan bagi para pendaki yang kala itu sedang mendaki ke Gunung Marapi. Erupsi tersebut terjadi tanpa adanya tanda-tanda kenaikan aktivitas vulkanik. Gunung yang secara administratif masuk di dua kabupaten Sumatera Barat itu secara tiba-tiba mengeluarkan muntahan material batuan disertai abu vulkanik.
Pada pukul 14.54 para pendaki yang masih berada di kawasan puncak gunung dibuat terkejut oleh ledakan dahsyat erupsi tersebut. Mereka kemudian lari berhamburan mencoba untuk menyelamatkan diri.
Salah satu pendaki yang selamat yakni Muhammad Fadli, berhasil dievakuasi Tim SAR pada Senin (4/12). Kini dirinya mendapat perawatan di rumah sakit akibat mengalami patah pada bagian jarinya.
Fadli bercerita saat erupsi terjadi dirinya berada di dekat Tugu Abel, tugu yang menjadi penanda jalur naik dan turunnya pendakian Gunung Marapi. Pada saat kejadian, Fadli sedang menuju ke kawasan Cadas, dan di saat yang bersamaan terdengar suara gemuruh disertai membumbungnya abu vulkanik dan material batuan yang mengarah kepadanya.
Sontak dirinya langsung berlindung di balik batu yang ada didekatnya. Ia berlindung bersama seorang teman bernama Bima.
“Di balik batu bang, ada batu besar di situ dan di situlah kami berlindung, saya sama Bima (salah seorang teman yang mendaki bersamanya),” ucap Fadli, seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (7/12).
“Saya menahan batu itu pakai jari, lalu kebetulan ada batu turun yang kena tangan (jari) saya,” jelas Fadli sembari menunjukkan jarinya yang terluka.
Fadli dan Bima selamat dari amukan erupsi Gunung Marapi juga tidak lepas dari peran seorang temannya bernama Irfandi. Irfandi juga termasuk dalam pendaki yang selamat dari tragedi erupsi Gunung Marapi. Bermodalkan tas carrier yang dia bawa, Irfandi menggunakannya sebagai tempat perlindungan. Sementara dirinya berupaya menyelamatkan kedua temannya serta seorang pendaki lain ke lokasi yang lebih aman.
“Saya paling depan karena saya yang buka jalan. Teman lain yang di belakang tidak terlihat di sebelah mana. Pada saat material batu turun saya berlindung dengan tas carrier saya. Saya tidak tahu dimana yang lain. Yang terlihat hanya Fadli dan Bima,” kata Fadli.
Kisah perjuangan Fadli dan Irfandi yang lepas dari maut merupakan segelintir dari kelabunya tragedi erupsi Gunung Marapi yang menewaskan 23 pendaki.
Dari 75 orang pendaki yang terdata di sistem reservasi daring BKSDA Sumatera Barat, 74 di antaranya berhasil ditemukan dengan rincian 52 selamat, 23 orang meninggal dunia, dan satu orang dalam proses identifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
