
enjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengajak seluruh ASN Pemprov Jateng memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Humas Pemprov Jateng)
JawaPos.com - Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengajak seluruh ASN Pemprov Jateng memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ajakan itu ia sampaikan, bersamaan dengan jalan sehat memeringati HUT ke 52 Korpri, Minggu (26/11).
Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh ASN ikut melindungi perempuan. Sebagai regulator, ia mengajak jajarannya mengimplementasikan perlindungan perempuan lewat peraturan pemerintah daerah.
"Mari kita dorong semua peraturan yang melindungi perempuan dari kekerasan dan kita implementasikan. Kita tahu bahwa masih banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita kembali gelorakan bahwa kekerasan terhadap perempuan tak zamannya lagi," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak agar aware terhadap kasus tersebut. Jika masih ada, segera laporkan dan meminta OPD terkait segera mengambil tindakan. "Ketika masih ada, ada sanksi hukum yang akan kita terapkan ketika masih terjadi," ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah Jateng Retno Sudewi mengatakan, kampanye ini merupakan bagian dari gerakan hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tema yang diangkat adalah "setiap hari bersama ayah".
enjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengajak seluruh ASN Pemprov Jateng memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Humas Pemprov Jateng)
Ia menyebut, ada beberapa langkah yang dilakukan Pemprov Jateng untuk mengerem kekerasan laki-laki terhadap perempuan dan anak. Satu di antaranya adalah "Gerakan Pria Peduli Perempuan dan Anak" atau Garpu Perak.
"Kita ajak semua pria dalam perlindungan perempuan dan anak untuk mengurangi kekerasan," ujarnya.
Dewi mengatakan, kekerasan terhadap perempuan di 2022 mencapai sekitar 900 kasus. Sementara kekerasan pada anak mencapai 1200 kasus di tahun yang sama.
Pengurus Daerah Garpu Perak Jateng Muhammad Yusuf mengatakan, ada beberapa langkah nyata untuk mengurangi angka kekerasan pada perempuan dan anak. Satu di antaranya, mengajak laki-laki memahami konstruksi sosial tentang perempuan.
Ia menyatakan, salah satu sebab kekerasan pada perempuan adalah, masih mengguritanya anggapan bahwa perempuan adalah kanca wingking . Lain daripada itu, perempuan dianggap sebagai warga "kelas dua" yang tidak memiliki suara dan konstruksi patriarki.\ "Selain itu, kami juga menyuarakan laki-laki agar terlibat dalam pengasuhan anak dan pekerjaan domestik (rumah tangga)," paparnya.
Selain itu, Garpu Perak bersama pihak terkait membuat laboratorium sosial di Tanjung Emas Semarang. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari sejumlah diskusi yang telah dilakukan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
