
BANTUAN: Petugas BBD Banyuwangi bersama PUDAM menyalurkan air bersih di Dusun Sillirbaru, Desa Sumberagung, Pesanggrahan, Minggu (22/10).
JawaPos.com – Krisis air imbas kemarau panjang makin merambah ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Hingga kemarin, jumlah desa yang kesulitan air bersih terus bertambah.
Tak sedikit warga yang harus rela antre untuk bisa mendapat air bersih. Bahkan, di sejumlah wilayah, warga kini tengah dilanda kebingungan. Selain sumber-sumber air ”menghilang”, bantuan air tidak mudah.
Berdasar data sementara Pemprov Jatim, sudah lebih dari 500 desa yang mengalami krisis air. Menyebar di 26 kabupaten/kota.
Sebagaimana di Banyuwangi. Krisis air tengah melanda di sejumlah wilayah. Salah satunya di Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Sekitar 473 KK di sana kesulitan air imbas sumur-sumur yang mengering. Padahal, per hari kebutuhan air di sana mencapai 12 ribu liter.
BPBD bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi mulai mendistribusikan air ke rumah-rumah warga.
”Sejauh ini, yang sudah kami salurkan baru 8.000 liter per hari,” ujar Ismanto, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi.
Krisis air juga meluas di Tuban. Berdasar data hingga pekan lalu, ribuan warga di 20 desa di sembilan kecamatan terdampak bencana tersebut. Kini, desa-desa itu mengandalkan bantuan.
Krisis air juga melanda sejumlah daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebagaimana yang tengah dialami 150 KK di Dusun Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan.
Mereka kini tengah mengalami krisis air akibat terbakarnya jaringan pipa air sepanjang 320 meter.
Bencana serupa juga melanda sejumlah wilayah di Pulau Madura. Sebagaimana di Pamekasan. Bahkan, dari perkembangan terakhir, penanganan krisis air di sana cukup sulit.
Sebab, anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah setempat untuk distribusi air bersih ke wilayah terdampak sudah habis.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan, upaya penanganan krisis air terus berlangsung. Droping air bersih terus dilakukan. ”Hingga pekan lalu, distribusi air dilakukan di hampir 300 desa,” katanya.
Dia mengimbau pemerintah daerah yang membutuhkan bantuan untuk menetapkan status darurat bencana. Dengan demikian, distribusi air ke wilayah terdampak bisa dilakukan. (hen/sas/abi/zia/tok/bai/han/c12/ris)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
