
PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya sedang mengupayakan penggantian pipa air yang bocor.
JawaPos.com - Pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya mengalami kebocoran, Jumat (23/11) sekitar pukul 04.00 WIB. Lokasinya di persimpangan Jalan Ngagel Tirto, Jalan Lumumba Dalam, dan Jalan Penjernihan, dekat perlintasan rel KA Jagir Wonokromo.
Ada retakan atau patahan sepanjang 70 meter pada pipa PDAM yang tertanam di bawah tanah. Akibatnya, air meluap dan menggenangi rumah warga di sekitar jalan tersebut. Warga di sekitar lokasi kebocoran lalu berinisiatif membuat tanggul dari karung pasir.
Muryadi Bagong, 38, warga Lumumba Dalam gang buntu menuturkan, air mencapai setinggi betis orang dewasa sejak pukul 05.00 WIB. Mulai pukul 07.00 WIB, air berangsur surut. "Ya, jam segitu. Orang PDAM baru turun (melakukan penanganan). Jadi surutnya cepat" kata Muryadi ditemui JawaPos.com di lokasi kebocoran.
Manajer Senior Pemeliharaan Operasi PDAM Ngagel Nanang Widyatmoko mengatakan, pihaknya langsung bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umun Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya. Petugas mengeruk tanah di lokasi kebocoran.
"Makanya kami kerja sama dengan Dinas PU Pematusan untuk penyediaan ekskavator dan dump truk. Sehingga kami dapat mengerjakan perbaikan dengan mudah dan cepat," uajr Nanang.
Hingga kini, perbaikan masih berlangsung. Nanang memastikan pipa yang bocor akan dipotong dan disambung dengan pipa baru. Untuk itu, Nanang memastikan aliran air kembali normal hingga pukul 00.00 WIB.
Ditanya penyebab, Nanang memastikan karena usia pipa yang sudah cukup tua. Pipa tersebut sudah terpasang sejak Instalasi Penjernihan Air Minum (IPAM) dibangun pada 1900-an.
Tekanan dari lalu lintas kendaraan dari Jalan Penjernihan ke Jalan Ngagel Tirto maupun sebaliknya, juga menjadi penyebab. Meski demikian, Nanang memastikan airnya tidak tercemar dengan tanah. Sebab arus air cenderung mengarah ke luar pipa.
"Kami juga pastikan instalasi kabel listrik di bawahnya juga nggak kena air. Karena kami tidak menemukan adanya kabel listrik saat menggali titik kebocoran," tutur Nanang.
Nanang mengimbau kepada warga yang ingin mendapat pasokan air sementara, dapat menghubungi PDAM melalui call center. PDAM akan mengirim truk air kapasitas 5.000 liter yang cukup untuk 5 hingga 6 rumah atau kepala keluarga.
Kebocoran pipa juga berdampak pada distribusi air. Aliran air sempat mengecil atau tidak keluar sama sekali di beberapa wilayah. Di antaranya di Ketintang, Gayungsari, Wonokromo, Sidosermo, Bendulmerisi, Ngagel, Pucang, dan Gubeng Kertajaya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
