
Korban DN, bocah 7 tahun asal Buring Malang yang alami penganiayaan oleh keluarganya./Radar Malang/Prokopim Pemkot Malang
JawaPos.com – Bocah asal Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang menjadi korban penganiayaan oleh keluarganya menunjukkan kondisi mulai membaik.
Berat badan bocah asal Buring, Malang berinisial DN ini mulai mengalami peningkatan yang awalnya 10 kilogram, kini menjadi 12,5 kilogram dengan komunikasi yang semakin lancar.
Bahkan DN ini juga tak malu-malu lagi menyatakan keinginannya untuk berekreasi ke Kota Batu, tepatnya Jatim Park.
Melansir dari Radar Malang, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto, mengatakan bahwa kemarin sempat melakukan video call dengan DN pada pukul 09.00 WIB.
“Waktu saya hubungi anaknya sedang makan rawon. Lalu dia bilang, aku pengen ke Jatim Park. Saya jawab, oh iya le… nanti ke Jatim Park.” ujar Danang.
Danang pun menyampaikan bahwa pihaknya kini lebih berfokus pada pemulihan kondisi DN, baik fisik maupun psikologis.
“Kalau sudah sepenuhnya membaik, baru kami mintai keterangan untuk melengkapi berkas pemeriksaan hingga dilimpahkan ke kejaksaan,” jelasnya.
Melalui hasil pemeriksaan sementara terhadap keluarga yang saat ini ditahan, Danang menjelaskan bahwa motif penganiayaan murni karena sikap sang ayah, Joko yang temperamental.
“Kalau keluarga lain lebih ke ikut-ikut karena merasa kesal,” tambahnya dilansir JawaPos.com melalui Radar Malang.
Kini, perawatan yang akan didapatkan oleh DN di masa mendatang masih akan menunggu keputusan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.
“Kemungkinan tidak kami kembalikan ke keluarga. Namun, kini akan tetap asesmen mereka, karena kami tidak ingin dia (DN) kesusahan lagi,” ucap Danang.
Masih dengan sumber yang sama, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan permintaan untuk menjadi calon orang tua angkat atau adopsi (COTA).
“Tapi memang sudah ada beberapa yang mengirim pesan atau bertanya-tanya melalui media sosial pemkot,” ujarnya.
Apabila nantinya opsi adopsi akan diambil, pihaknya bakal mematuhi aturan yang dijalankan Pemprov Jatim dengan mengikuti prosedur adopsi anak tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 tentang Pengangkatan Anak.
Selain itu juga telah tercantum dalam Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
