
Salah satu bangkai motor yang menjadi korban perusakan dalam bentrok dua kelompok di Muntilan, Kabupaten Magelang.
JawaPos.com–Bupati Magelang Zaenal Arifin merasa prihatin dengan kejadian bentrok atau gesekan dua kelompok di Muntilan. Massa melakukan perusakan dan mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
”Atas nama pemerintah daerah bersama forkompimda, kami prihatin dengan kejadian ini. Kami duduk bersama Kapolresta dan Dandim bersama dua kelompok yang diindikasikan ada masalah ini,” kata Bupati Zaenal Arifin seperti dilansir dari Antara di Magelang.
Dalam gesekan dua kelompok tersebut, mereka saling melempar batu hingga benda tumpul lainnya. Mereka melakukan perusakan terhadap motor dan rumah warga.
Kondisi tersebut bisa diurai setelah beberapa jam kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam aksi anarkis tersebut. Namun, ada sejumlah motor yang menjadi korban atas insiden itu.
Bupati mengatakan, pihaknya melakukan mediasi, membantu penyelesaian persoalan itu sehingga dicapai kata sepakat.
”Sekali lagi kami prihatin dengan kejadian ini. Kami akan fasilitasi untuk melakukan mediasi agar peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terulang di Kabupaten Magelang,” ujar Zaenal Arifin.
Kabupaten Magelang, lanjut dia, selama ini dikenal sejuk dan damai. Dengan kejadian itu, menjadi tidak elok, bahkan beritanya sudah sampai ke mana-mana.
”Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengendara yang terganggu dengan kejadian ini. Semoga tidak terjadi lagi ke depannya,” ucap Bupati Zaenal Arifin.
Dia menambahkan, akan dilakukan pendataan kerusakan-kerusakan yang belum diketahui. Pemerintah daerah harus menjamin keselamatan dan melindungi semuanya.
”Nanti pemerintah daerah akan memfasilitasi untuk penyelesaian apa pun bentuknya sehingga clear nanti tidak ada masalah-masalah dan persoalan-persoalan lagi di lingkungan kita,” ucap Zaenal Arifin.
Kepala Polresta Magelang Kombespol Ruruh Wicaksono menjelaskan, kejadian bermula saat kegiatan suatu kelompok di Kabupaten Magelang mulai pagi hingga pukul 15.00 WIB.
”Setelah kegiatan selesai, saat pulang, salah satu kelompok bersinggungan dengan kelompok lain. Kemudian ada kesalahpahaman hingga terjadi gesekan di lapangan,” terang Ruruh Wicaksono.
Namun, Kapolresta menegaskan, malam tadi (15/10) sudah bisa diselesaikan. Pihaknya membantu proses mediasi.
”Kerusakan masih kami data, korban jiwa tidak ada, dan korban luka belum ada laporan,” ujar Ruruh Wicaksono.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
