
Bilik suara yang tiba di gudang logistik KPU Kota Batam, Sabtu (14/10).
JawaPos.com–Komisi Pemilihan Umum Kota Batam, Kepulauan Riau, memberikan penjelasan mengenai status warga Rempang yang terdampak pergeseran atau relokasi akibat proyek strategis nasional di daerah tersebut dalam proses Pemilu 2024.
Ketua KPU Kota Batam Mawardi mengatakan, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pergeseran tersebut agar hak pilih warga Rempang tidak terganggu.
”Sampai hari ini (14/10), yang kami lakukan masih proses koordinasi dengan pemerintah daerah, baik itu kelurahan, kecamatan, maupun dari Badan Pengusahaan (BP) Batam,” kata Mawardi seperti dilansir dari Antara di Batam Kepulauan Riau, Sabtu (14/10).
Selain itu, KPU juga melakukan pemetaan terhadap warga yang sudah pindah ke hunian sementara, namun terdata pada daftar pemilih tetap (DPT).
”Kepada warga yang sudah pindah ke hunian sementara ini perlakuannya akan berbeda. Tentunya mereka harus mengurus surat pindah memilih atau proses daftar pemilih tambahan (DPTb),” jelas Mawardi.
Dia menambahkan, sampai saat Pemilu 2024, sebagian warga belum direlokasi, TPS di lokasi itu tetap ada. Namun, hal tersebut masih terus dikoordinasikan. ”Kami akan lihat sampai pemilu. Apakah nanti TPS (tempat pemungutan suara) tetap di sana (Rempang), atau nanti dilakukan pemindahan,” ujar Mawardi.
Berdasar data DPT di Pulau Rempang tercatat ada 8.000 lebih pemilih di dua kelurahan, yakni Rempang Cate sebanyak 13 TPS dan Sembulang 10 TPS. Mawardi memastikan, KPU Batam akan terus mencari solusi terbaik bagi warga Rempang yang terdampak relokasi tersebut.
”Yang pasti, bagi warga yang terdampak relokasi dapat menyalurkan hak pilihnya. Itu yang paling penting,” tutur Mawardi.
Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebutkan, warga terdampak pengembangan Rempang Eco City yang menempati hunian sementara terus bertambah.
”BP Batam berkomitmen untuk menyelesaikan investasi di Rempang sesuai instruksi pemerintah pusat. Sudah 31 KK yang pindah dan kami berharap jumlah tersebut bisa terus bertambah,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait.
Terbaru, lanjut dia, ada lima kepala keluarga (KK) asal Desa Sembulang Tanjung dan Pasir Panjang yang pindah ke hunian sementara di beberapa daerah di Batam, sehingga total yang telah pindah ke hunian sementara menjadi 31 KK. Progres tersebut tak terlepas dari upaya BP Batam yang terus mengedepankan pendekatan persuasif selama melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak pengembangan Rempang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
