Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Oktober 2023 | 20.25 WIB

Usai Viral Siswa SD Bawa Bekal Lauk Ulat, Kepala Desa Ungkap Warganya Masih Mengkonsumsi Makanan yang Sama

Kepala Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro bercerita tentang warganya yang masih mengkonsumsi ulat sebagai lauk makan atau camilan. Sumber: Radar Bojonegoro.

JawaPos.com – Baru-baru ini viral di sosial media, sebuah video yang menunjukkan siswa SD membawa bekal ke sekolah berupa nasi dengan lauk beberapa ekor ulat. Diketahui, video tersebut diambil dari salah satu SD di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Jawa Timur.

Menyadari salah satu warganya viral di sosial media karena ulat, Kepala Desa Meduri, Sarko, akhirnya angkat bicara. Ia menanggapi ragam spekulasi warganet, tentang bagaimana bisa ada orang yang masih mengkonsumsi ulat di era sekarang.

Dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Jumat (13/10), Sarko menjelaskan bahwa warganya memang masih banyak yang mengkonsumsi ulat sebagai lauk makan atau sekadar camilan, terkhusus bagi mereka yang tinggal di Kawasan Hutan Margomulyo.

Menurutnya, warga Kawasan Hutan Margomulyo terbiasa menjadikan ulat sebagai lauk saat menjelang musim hujan.

“Bisa dimasak dengan diberi bumbu seperti masakan lain dan digoreng. Kalau dibuat sayur belum pernah,” kata Sarko.

Adapun beberapa ulat yang biasa dikonsumsi warga adalah ulat walikukun dari jenis pohon kecil, ulat kelapa, ulat pisang, hingga kepompong ulat jati. Sementara ulat yang ada di video, adalah ulat gendon yang berasal dari ulat pohon gude atau turi.

Ulat walikukun, kata Sarko, memiliki citarasa yang gurih dan nikmat. Tak ayal, warga pun menyukainya sebagai kudapan favorit. Meski begitu, ulat walikukun tidak serta merta menjadi lauk sehari-hari.

Sarko menjelaskan, menjelang musim hujan sekitar satu atau dua minggu, warga akan berbondong-bondong memanen ulat dari hutan. Tak hanya untuk dikonsumsi pribadi, banyak dari mereka yang juga menjualnya.

“Harganya lumayan,” tambahnya.

Umumnya, ulat walikukun dijual dalam kemasan gelas air mineral atau sekitar 200 cc, dengan harga Rp 7000, dan dijual perkilo Rp 30 ribu.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore